Gubernur NTT Hadiri Pembukaan Road to FESyar 2026 dan Penutupan SERAMBI 2026

  • 14 Mar 2026 13:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Melkiades Laka Lena menghadiri pembukaan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 sekaligus penutupan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kantor BI NTT, Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BI NTT, Ketua Majelis Ulama Indonesia NTT, Wali Kota Kupang, unsur Forkopimda, perbankan, serta pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas berbagai program yang terus mendorong stabilitas ekonomi daerah, termasuk penguatan literasi keuangan, kecintaan terhadap rupiah, serta pengembangan ekonomi syariah di NTT. Ia menilai kegiatan SERAMBI menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan SERAMBI NTT Tahun 2026 dalam rangka mendukung perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujar Gubernur,

Gubernur juga memaparkan kondisi perekonomian NTT yang dinilai masih berada pada jalur positif. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sebesar 5,34 persen secara tahunan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto mencapai Rp148,37 triliun. Sementara itu, tingkat inflasi pada Februari 2026 berada pada angka 3,42 persen, yang menunjukkan kondisi ekonomi daerah relatif stabil dan terkendali.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Road to FESyar 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di NTT, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor UMKM. Pemerintah Provinsi NTT berharap Bank Indonesia terus memperkuat perannya dalam memfasilitasi pelaku usaha, terutama melalui pendampingan dan sertifikasi halal agar produk UMKM daerah memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakso menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan uang kartal sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hingga 12 Maret 2026, uang kartal yang telah diedarkan mencapai Rp514 miliar, dengan puncak kebutuhan diperkirakan terjadi pada 13–17 Maret 2026.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan QRIS untuk donasi bencana Gunung Lewotobi dengan konsep “Satu QRIS untuk Semua”, yang ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTT bersama para pejabat sebagai tanda dimulainya rangkaian Road to FESyar 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....