Literasi Perkuat Program One School One Product

  • 14 Mar 2026 08:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Pendekatan literasi dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan program One School One Product (OSOP) di sekolah-sekolah Nusa Tenggara Timur. Program ini tidak hanya mendorong siswa menghasilkan produk, tetapi juga menguatkan proses berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran.

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do, di Florata pagi Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 14 Maret 2026, mengatakan OSOP merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis kurikulum yang menekankan pemahaman mendalam atau deep learning. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam bentuk karya atau produk nyata.

Menurutnya, integrasi OSOP dalam mata pelajaran di sekolah mendorong siswa mengembangkan kemampuan bernalar kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah. Produk yang dihasilkan siswa juga diharapkan memiliki nilai tambah, termasuk potensi dampak ekonomi bagi sekolah maupun peserta didik.

FTBM NTT juga memberikan pendampingan kepada sekolah yang terlibat dalam program OSOP melalui sejumlah kegiatan pelatihan. Pendampingan tersebut meliputi perancangan pembelajaran berbasis OSOP, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan narasi dan visual branding produk siswa.

Polikarpus menjelaskan literasi keuangan penting diberikan agar siswa memahami manajemen usaha dan tata kelola keuangan. Sementara itu, kemampuan komunikasi melalui narasi dan visual menjadi kunci dalam memasarkan produk yang dihasilkan.

Ia berharap program OSOP tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang sebagai gerakan berkelanjutan di satuan pendidikan. Melalui program ini, siswa diharapkan memiliki pola pikir kewirausahaan sehingga mampu menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....