TMMD Ke-127 Sikka Resmi Ditutup Pangdam Udayana

  • 12 Mar 2026 06:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sikka resmi ditutup pada Rabu 11 Maret 2026. Upacara penutupan digelar di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, dan dipimpin Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto selaku Pengendali Kegiatan Operasi (PKO).

Dalam amanatnya, Pangdam menyebut TMMD sebagai instrumen percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Program ini dinilai tidak hanya mendorong pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Program TMMD mampu memberikan akselerasi pembangunan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” kata Pangdam. Tema kegiatan tahun ini adalah “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Program tersebut dilaksanakan secara serentak di empat wilayah jajaran Kodam IX/Udayana. Selain di Kabupaten Sikka, kegiatan juga berlangsung di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Bima, dan Kabupaten Jembrana.

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik bagi masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, wawasan kebangsaan, pelayanan administrasi kependudukan, hingga sosialisasi keamanan dan pencegahan stunting.

Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat terjalinnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Di akhir amanatnya, Pangdam turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat tindakan atau ucapan prajurit yang kurang berkenan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga seluruh hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana melaporkan sasaran fisik utama TMMD berupa pembukaan jalan baru sepanjang 4.400 meter dengan lebar empat meter di Desa Werang. Proyek tersebut dilaporkan selesai dengan capaian 100 persen.

Selain pembangunan jalan, kegiatan lain yang dilaksanakan meliputi pembangunan fasilitas MCK, bak penampung air, rehabilitasi Kapela St. Yohanes Paulus Hila, serta perbaikan dua unit rumah tidak layak huni di Desa Gong Bekor, Kecamatan Alok Timur. Program lingkungan juga dilakukan melalui penanaman 1.500 pohon serta penanaman padi seluas dua hektare di Desa Reroroja.

Kegiatan sosial turut mewarnai program TMMD melalui pembagian sembako, nutrisi untuk pencegahan stunting, serta aksi pembersihan pantai di Desa Nangahale, Watumilok, dan Lewolabo. Seluruh rangkaian kegiatan diawali Pra TMMD pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026, lalu dilanjutkan pelaksanaan utama pada 10 Februari sampai 11 Maret 2026.

Pelaksanaan program melibatkan sekitar 150 personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat sekitar 100 orang setiap hari. Kehadiran jalan baru yang dibuka melalui TMMD kini diharapkan mampu membuka akses transportasi dan mendorong mobilitas ekonomi masyarakat desa di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....