Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Desa Didorong Perkuat Regulasi Perlindungan

  • 10 Mar 2026 09:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak dinilai harus dimulai dari tingkat desa melalui penguatan layanan perlindungan serta regulasi yang jelas. Langkah ini dinilai penting agar pencegahan dan penanganan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan pengaduan.

Manager Program Area Implementasi Nagekeo, Cosmas Damianus Meze kepada RRI, Sabtu, 7 Maret 2026 mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak, berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan seksual, psikologis hingga eksploitasi masih tercatat cukup tinggi secara nasional.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Nagekeo misalnya, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya jumlah tersebut diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan akibat rasa takut korban maupun minimnya akses layanan pengaduan.

Penguatan layanan perlindungan serta regulasi yang jelas mulai dari tingkat desa sangat dibutuhkan untuk menghentikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai langkah pencegahan pihaknya mendorong pembentukan regulasi di tingkat desa yang secara khusus mengatur perlindungan perempuan dan anak.

“Hingga saat ini, sudah sekitar 15 hingga 17 desa di Kabupaten Nagekeo yang telah memiliki peraturan desa yang memuat upaya pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, serta pelibatan masyarakat dalam sistem perlindungan di tingkat desa,”kata Cosmas.

Cosmas menambahkan, anak-anak juga perlu dibekali kemampuan melindungi diri melalui pendekatan “No, Go, Tell”, yaitu berani menolak, menjauh dari situasi berbahaya, serta melaporkan kepada orang yang dipercaya. Ia berharap masyarakat, keluarga, dan pemerintah desa dapat bersinergi membangun ekosistem perlindungan yang kuat agar tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....