BPOLBF Dorong Geowisata Jaga “Sense of Place” Desa Wisata
- 09 Mar 2026 15:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menekankan pentingnya menjaga keunikan karakter suatu lokasi atau sense of place dalam pengembangan sektor pariwisata. Keunikan tersebut dinilai menjadi nilai jual utama sekaligus fondasi keberlanjutan destinasi wisata, terutama di desa-desa wisata di Manggarai Barat.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung mengatakan konsep geowisata dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya tarik desa wisata di luar kawasan utama Labuan Bajo.
Menurutnya, geowisata yang berfokus pada lanskap geologi, bentang alam, serta unsur kebumian mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda sekaligus memberikan nilai edukasi bagi wisatawan.
“Dengan menata desa wisata yang fokus pada lingkungan dan pemahaman kebumian, kita bisa mempertahankan sense of place atau keunikan karakter sebuah lokasi. Inilah yang menjadi mahal dalam industri pariwisata,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Andhy saat membuka Diklat Angkatan I Pemandu Geowisata yang digelar Persatuan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menambahkan pengembangan pariwisata berbasis geowisata membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk komunitas pemandu wisata yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi alam dan budaya kepada wisatawan.
Andhy juga mengapresiasi kehadiran PGWI DPW Labuan Bajo yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, potensi geologi seperti batuan, fosil, serta kekayaan bentang alam di desa wisata diharapkan dapat dikemas secara lebih profesional dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pengembangannya, geowisata di Manggarai Barat mengusung sejumlah nilai strategis, di antaranya pendidikan lingkungan, pelestarian karakter lokal, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan alam secara berkelanjutan.
Selain penataan destinasi, Andhy juga menekankan pentingnya kemampuan narasi atau storytelling dari para pemandu wisata.
Menurutnya, kekayaan geologi suatu daerah tidak akan maksimal tanpa kemampuan interpretasi yang baik dari para pemandu dalam menjelaskan makna dan cerita di balik lanskap tersebut.
“Semangat kita ke depan adalah bagaimana menarasikan semua daya tarik ini secara baik. Narasi itulah yang menjadi modal bagi para pemandu untuk memberikan nilai tambah bagi wisatawan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....