Kunjungan Wisata Labuan Bajo Tembus 500 Ribu, Pemandu Geowisata Diperkuat
- 09 Mar 2026 15:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya pemandu geowisata yang berperan langsung dalam memberikan pengalaman wisata berkualitas.
Ketua Persatuan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo Saverinus Guardi mengatakan peningkatan jumlah wisatawan harus disertai kesiapan tenaga pemandu yang profesional dan kompeten.
Menurutnya, pemandu geowisata memiliki peran penting dalam menjelaskan kekayaan bentang alam yang menjadi daya tarik utama destinasi wisata di Manggarai Barat.
“Tema besar yang kami angkat merupakan hasil diskusi dan pendalaman atas urgensi profesi pemandu geowisata dalam mendukung Labuan Bajo Flores sebagai destinasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Saverinus saat membuka Diklat Angkatan I Pemandu Geowisata yang digelar PGWI DPW Labuan Bajo, Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2024 mencapai 411.349 orang. Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 500.008 wisatawan.
Dari total tersebut, sebagian besar wisatawan mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Balai Taman Nasional Komodo dengan jumlah 432.022 pengunjung.
Sementara destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 67.986 kunjungan wisatawan.
Saverinus menilai peningkatan jumlah wisatawan tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para pemandu wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengetahuan mereka.
Menurutnya, pemandu geowisata tidak hanya mengantar wisatawan menikmati panorama alam, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai fenomena geologi, bentuk lahan, serta keanekaragaman hayati suatu wilayah.
“Wisatawan tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga mengerti mengapa dan bagaimana lanskap tersebut terbentuk,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PGWI DPW Labuan Bajo mendorong pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemanduan geowisata guna menyiapkan pemandu wisata yang profesional.
Melalui penguatan kapasitas pemandu tersebut, PGWI berharap pengalaman wisata di Labuan Bajo semakin berkualitas sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....