Peringatan 7 Maret di Lembata Ingatkan Warisan Perjuangan Otonomi Daerah
- 08 Mar 2026 20:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Peringatan sejarah 7 Maret kembali dimaknai sebagai pengingat perjuangan tokoh masyarakat Lembata dalam memperjuangkan otonomi daerah. Momentum tersebut disampaikan dalam kegiatan tasyakuran dan buka puasa bersama lintas agama di Lewoleba, Sabtu, 7 Maret 2026.
Peristiwa 7 Maret 1954 dikenal sebagai tonggak awal perjuangan masyarakat Lembata untuk memperoleh status daerah otonom. Nilai sejarah tersebut terus diingat sebagai bagian penting dari perjalanan daerah.
Tokoh agama Islam Lembata Mansyur Masan Puran menilai peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi refleksi bagi generasi sekarang.
Ia mengatakan perjuangan para tokoh pendahulu telah membuka jalan bagi masyarakat Lembata menikmati pembangunan daerah saat ini. Karena itu generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat perjuangan tersebut.
“Perjuangan para tokoh yang merintis otonomi Lembata adalah warisan yang kita nikmati hari ini. Karena itu setiap generasi memiliki tanggung jawab memberi kontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Mansyur.
Menurutnya, nilai persatuan dan kebersamaan yang diperjuangkan para tokoh masa lalu harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat saat ini. Hal tersebut penting agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Momentum peringatan 7 Maret juga diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memperkuat komitmen membangun daerah. Dengan semangat kebersamaan, cita-cita para pendahulu diharapkan dapat terus dilanjutkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....