Renungan Prapaskah Ajak Umat Tinggalkan Luka Masa Lalu

  • 08 Mar 2026 20:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende, – Renungan Prapaskah mengajak umat beriman untuk berani meninggalkan luka masa lalu dan membuka hati terhadap kasih Tuhan yang memperbarui kehidupan. Pesan ini disampaikan melalui refleksi Kitab Suci yang menekankan perjalanan iman sebagai proses penyembuhan batin dan pembaruan hidup.

Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kristiana Songo, S.Ag., menyampaikan pesan tersebut dalam siaran Mutiara Pagi Katolik. Ia menegaskan bahwa banyak orang masih menyimpan luka dan pengalaman pahit yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari

Menurutnya, kondisi tersebut sering membuat seseorang tampak kuat di luar, tetapi sebenarnya masih merasakan dahaga akan pengertian, pengampunan, penerimaan, dan damai sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa luka batin sering kali masih memengaruhi perjalanan iman seseorang.

Kristiana juga menyinggung kisah bangsa Israel dalam Kitab Keluaran yang berjalan di padang gurun setelah dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Dalam perjalanan itu, mereka sempat bersungut-sungut karena kehausan dan meragukan rencana Tuhan.

“Perjalanan fisik mereka memang sudah meninggalkan Mesir, tetapi hati mereka belum sepenuhnya meninggalkan mentalitas lama, yaitu rasa takut dan tidak percaya,” ungkap Kristiana.

Ia menjelaskan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya di tengah kesulitan. Di padang gurun yang kering dan gersang, Tuhan memerintahkan Musa memukul batu hingga dari batu itu mengalir air yang menyegarkan bagi bangsa Israel.

Renungan tersebut juga mengangkat kisah perempuan Samaria dalam Injil Yohanes yang bertemu Yesus di sumur pada tengah hari. “Pertobatan bukan sekadar merasa bersalah, tetapi keberanian untuk percaya bahwa Tuhan sanggup mengubah cerita hidup kita,” ungkap Kristiana.

Melalui masa Prapaskah, umat diajak berani membuka hati, meninggalkan beban masa lalu, dan melangkah menuju hidup baru yang dipenuhi iman, pengharapan, dan kasihd.

Ia juga mengingatkan bahwa di tangan Tuhan, luka dan kegagalan dapat diubah menjadi kesaksian iman yang membawa harapan bagi banyak orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....