Data Inflasi Jadi Indikator Ekonomi Daerah NTT

  • 07 Mar 2026 00:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Februari 2026 sebesar 0,45 persen. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan ekonomi daerah serta pergerakan harga kebutuhan masyarakat.

Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Putu Dita Pikupana, menjelaskan inflasi dihitung berdasarkan pemantauan harga berbagai komoditas konsumsi masyarakat di sejumlah wilayah di NTT.

Menurutnya, perubahan harga barang dan jasa dapat mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi sekaligus kondisi daya beli masyarakat.

“Pengamatan harga ini dilakukan secara berkala untuk melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya kepada RRI, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan pemantauan harga dilakukan terhadap sekitar 450 komoditas yang menjadi dasar perhitungan inflasi. Petugas statistik melakukan survei langsung di pasar tradisional maupun pusat perdagangan untuk memperoleh data harga.

Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan metode statistik BPS guna menghasilkan angka inflasi resmi setiap bulan. Hasil penghitungan tersebut dipublikasikan kepada masyarakat sebagai informasi perkembangan harga kebutuhan pokok.

Selain menjadi informasi bagi publik, data inflasi juga dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi kebijakan pengendalian harga serta stabilitas ekonomi.

“Data inflasi ini diharapkan memberikan gambaran kondisi ekonomi serta perubahan harga barang dan jasa di daerah,” kata Putu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....