Konflik Iran–Israel, BPOLBF Pantau Penerbangan dan Pasokan BBM

  • 06 Mar 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memantau secara saksama dampak ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel terhadap sektor pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski situasi di Timur Tengah memanas, hingga saat ini angka kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan belum mengalami dampak yang signifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T Marpaung, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi global, terutama yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional menuju Indonesia.

“Kami terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya potensi dampaknya terhadap jalur penerbangan internasional yang menjadi rute transit wisatawan menuju Labuan Bajo,” ujar Andhy dalam diskusi kolaborasi bersama media, Jumat 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar wisatawan mancanegara menuju Labuan Bajo melalui beberapa pintu masuk utama seperti Singapura, Malaysia, Bali dan Australia. Namun, BPOLBF tetap mencermati kondisi di sejumlah bandara besar dunia yang kerap menjadi hub penerbangan internasional.

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah sempat berdampak pada operasional beberapa bandara transit utama seperti di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi. Bandara-bandara tersebut selama ini menjadi jalur transit penting bagi wisatawan dari kawasan Eropa dan Amerika yang hendak berkunjung ke Indonesia.

“Sebagian besar wisatawan mancanegara datang melalui hub penerbangan seperti Singapura, Malaysia, Bali, dan Australia. Namun kami tetap mencermati kondisi di sejumlah bandara transit utama yang biasanya menjadi jalur bagi wisatawan dari Eropa dan Amerika,” katanya.

Selain memantau jalur penerbangan, BPOLBF juga memperhatikan aspek logistik yang berpotensi terdampak konflik global, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang mendukung operasional transportasi dan sektor pariwisata di Labuan Bajo.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan stakeholder terkait untuk memantau data kedatangan wisatawan secara berkala, sehingga jika ada perubahan tren kunjungan dapat segera diantisipasi,” ungkap Andhy.

Hingga saat ini, BPOLBF memastikan kondisi sektor pariwisata di Labuan Bajo masih berjalan normal dan belum menunjukkan dampak signifikan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....