Duta Rupiah Ajak Anak Muda Bijak Digital

  • 04 Mar 2026 08:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Duta Rupiah 2024 wilayah Nusa Tenggara Timur, Petrick Yohanis Meok, mengajak generasi muda untuk semakin bijak dalam bermedia sosial dan memperkuat karakter di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende melalui by phone Zoom, Senin ,02 Maret 2026, dari Studio Pro 2 RRI Ende.

Petrick yang merupakan Duta Rupiah binaan Bank Indonesia ini menjelaskan, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi bagaimana mampu menyaring informasi sebelum membagikannya.

“Sekarang ini penyebaran informasi sangat cepat. Kadang kita hanya menonton 10 sampai 15 detik pertama, lalu langsung menyebarkan tanpa melihat isi lengkapnya. Itu yang berbahaya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video, berita hoaks, maupun penipuan berbasis digital yang marak terjadi.

Petrick menambahkan, fenomena penipuan melalui video call dengan menggunakan wajah tokoh publik hasil editan digital atau kecerdasan buatan (AI) kini semakin sering terjadi. Bahkan, ia menceritakan pengalaman seorang rekan yang sempat tertipu hingga mentransfer sejumlah uang setelah menerima panggilan video dari akun tak dikenal.

“Kalau kita paham literasi digital, misalnya tiba-tiba ada nomor baru video call dan menjanjikan uang, harusnya kita sudah curiga. Tidak mungkin ada uang datang tanpa usaha,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok yang paling rentan terhadap penipuan digital bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang tua yang masih minim pemahaman teknologi. Karena itu, edukasi harus dilakukan secara menyeluruh, baik kepada generasi muda maupun keluarga di rumah.

Selain aktif sebagai Duta Rupiah, Petrick juga merupakan alumni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Nusa Cendana. Ia menilai pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan literasi digital.

“Generasi muda harus cerdas dan juga berkarakter. Bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga punya etika, sopan santun, dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai Duta Rupiah, tugas utama mereka adalah menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Petrick juga mengajak mahasiswa dan generasi muda NTT untuk tidak ragu mengikuti seleksi Duta Rupiah yang dibuka setiap tahun. Menurutnya, program tersebut terbuka untuk umum dan menjadi wadah bagi anak muda untuk berkontribusi bagi daerah.

“Kita semua punya kesempatan yang sama untuk membangun NTT. Jangan ragu untuk ikut dan belajar. Yang penting terus semangat dan tingkatkan literasi digital,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....