Sekolah Lapangan Penyulingan Cengkeh Dorong KPB Ponggeok Tembus Pasar Nasional

  • 03 Mar 2026 22:01 WIB
  •  Ende

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Manggarai – Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Program TEKAD di Desa Ponggeok, Kabupaten Manggarai, menggelar Sekolah Lapangan Penyulingan Minyak Cengkeh sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan sekolah lapangan yang dilaksanakan pada Selasa Maret 2026 diisi dengan praktik langsung proses penyulingan menggunakan alat destilasi yang disiapkan melalui dana demplot dengan beranggotakan 15 orang.

Penyulingan tersebut memperoleh dukungan dana demplot sebesar Rp100 juta yang dimanfaatkan untuk pengembangan unit penyulingan minyak dari buah dan bunga cengkeh. Bantuan ini menjadi modal awal dalam membangun usaha produktif yang dikelola secara mandiri dan berorientasi pada keberlanjutan.

Koordinator Kabupaten Program TEKAD atau Fasilitator Kabupaten Manggarai, Largus Ogot, menjelaskan bahwa sekolah lapangan ini merupakan bagian dari upaya transformasi ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas kelompok usaha masyarakat.

Largus mengungkap, Program TEKAD mendorong masyarakat desa agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui kegiatan penyulingan minyak cengkeh, kelompok tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Para anggota kelompok terlibat aktif dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan baku, pengaturan suhu pemanasan, proses penguapan dan kondensasi, hingga pengukuran hasil minyak yang dihasilkan.

Petugas Penyuluh Teknis proses penyulingan, Yuvensius Janggat, menjelaskan bahwa kualitas minyak cengkeh sangat ditentukan oleh ketepatan proses produksi, terutama dalam pengendalian suhu dan pemilihan bahan baku. Ditambahkannya , pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar kelompok mampu menghasilkan minyak cengkeh dengan rendemen dan mutu yang sesuai standar, sekaligus mendorong kemandirian kelompok dalam menjalankan usaha penyulingan.

Selain pelatihan teknis, para peserta juga dibekali pemahaman terkait manajemen usaha, standar mutu produk, serta strategi pemasaran sebagai bekal untuk mengembangkan usaha secara profesional.

Sementara itu, Ketua KPB Ponggeok, Ronaldus Slano, menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi petani dan masyarakat desa. Menurutnya, penyulingan minyak cengkeh mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda di Desa Ponggeok.

Dengan keberadaan unit penyulingan tersebut, petani tidak lagi hanya menjual cengkeh dalam bentuk kering, tetapi dapat mengolahnya menjadi minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kelompok pun optimistis produk minyak cengkeh yang dihasilkan mampu dipasarkan tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menembus pasar nasional.

Melalui dukungan Program TEKAD, KPB Ponggeok diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan usaha minyak atsiri berbasis desa di Kabupaten Manggarai, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....