Pendidikan Karakter sejak Dini Cegah Paham Radikalisme

  • 03 Mar 2026 13:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pro 2 RRI Ende kembali menghadirkan program Obrolan Moderasi Beragama pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam siaran pagi tersebut, tema yang diangkat adalah “Menangkal Radikalisme dengan Literasi dan Dialog” bersama narasumber RD Jeff Woi Bule, dosen Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende,

RD Jeff Woi Bule yang merupakan alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menjelaskan radikalisme pada dasarnya memiliki makna netral, namun berkembang menjadi negatif ketika penghayatan agama dilakukan secara eksklusif. Menurutnya, radikalisme dalam konteks keagamaan berawal dari penolakan terhadap pluralisme, klaim kebenaran yang absolut, serta penolakan terhadap legitimasi agama lain.

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu sikap intoleran di tengah masyarakat majemuk. Dalam dialog tersebut, RD Jeff menyoroti kelompok muda sebagai pihak yang rentan terpapar paham radikal.

Ia menyebut tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak muda, ditambah kurangnya literasi digital dan pemahaman tentang algoritma, dapat memperkuat paparan konten radikal. Selain itu, faktor kesenjangan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, serta minimnya pemahaman lintas agama turut menjadi pemicu.

Menjawab pertanyaan tentang ciri-ciri konten radikal, RD Jeff mengingatkan agar generasi muda waspada terhadap penafsiran teks agama yang kaku dan sempit. Konten yang melihat perbedaan sebagai ancaman, serta menganggap pihak lain selalu salah, perlu diwaspadai.

Ia menegaskan pentingnya menempatkan teks keagamaan dalam konteks sosial, budaya, dan kemanusiaan agar penghayatan iman tidak bersifat kaku, melainkan dialogis dan inklusif. Di akhir perbincangan, RD Jeff mengajak generasi muda untuk membangun persahabatan lintas iman sebagai langkah konkret mencegah radikalisme.

Ia menekankan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan keterlibatan aktif dalam perbedaan dengan sikap saling menghargai. Generasi muda juga diharapkan menjadi pribadi produktif, kreatif, dan reflektif, sehingga mampu menjaga wajah keberagaman Indonesia tetap harmonis di tengah tantangan era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....