Petani NTT Jadi Kunci Lonjakan Produksi Beras Daerah

  • 03 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende - Petani Nusa Tenggara Timur menjadi faktor utama peningkatan produksi beras daerah tahun 2025 melalui kerja keras konsisten sepanjang musim tanam. Pemerintah daerah menilai dedikasi petani di lahan kering membuktikan sektor pertanian tetap tangguh menghadapi tantangan iklim berubah.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan bahwasanya para petani tetap bekerja meski hujan, panas, maupun keterbatasan sarana produksi lapangan. Ia menambahkan semangat petani menjaga tanam menjadi pondasi kuat keberhasilan program swasembada pangan daerah, ucap joaz kepada RRI Rabu, 18 Februari 2026.

Pendampingan penyuluh rutin membantu petani memahami pola tanam, pemupukan, serta pengendalian hama secara efektif lapangan. Bantuan alat mesin pertanian juga mempercepat pekerjaan sehingga petani dapat menanam lebih dari sekali setahun, kata.

Sejumlah sentra produksi seperti Kupang, Manggarai, serta wilayah Sumba berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil panen daerah. Pemerintah mencatat luas tanam bertambah karena akses air dan pompa irigasi semakin tersedia mendukung usaha tani.

Serapan gabah meningkat membuat stok beras daerah cukup stabil dan memberi rasa aman bagi masyarakat konsumen. Hal tersebut juga memberi peluang harga gabah lebih baik sehingga pendapatan petani diharapkan meningkat, ujar.

Dinas pertanian menargetkan dukungan sarana produksi tetap ditingkatkan agar produktivitas petani terus berkembang berkelanjutan. Mereka mengajak semua pihak menjaga kolaborasi supaya pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi desa, ucap.

Keberhasilan ini diharapkan memperkuat posisi petani sebagai aktor utama pembangunan sekaligus penjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah optimistis peningkatan produksi beras mampu mengurangi kemiskinan dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa, tutup joaz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....