Syekh Yakhsyallah Mansur Ajak Jamaah Maknai Puasa sebagai Latihan Empati
- 03 Mar 2026 10:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Imamul Muslimin Syekh Dr. KH. Yakhsyallah Mansur mengajak umat Islam memaknai ibadah puasa sebagai latihan empati dan kesetaraan kemanusiaan dalam kehidupan sosial. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiah Tabligh Akbar di Masjid Ummul Quroh, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, puasa menghadirkan pengalaman lapar yang dirasakan seluruh manusia tanpa membedakan latar belakang sosial. Kondisi tersebut menjadi sarana memahami kesulitan sesama.
Dalam tausiahnya, ia mengutip teori kebutuhan Abraham Maslow mengenai kebutuhan dasar manusia berupa makan dan minum. Lapar disebut sebagai pengalaman universal yang melampaui batas agama maupun status sosial.
Syekh Yakhsyallah menegaskan bahwa puasa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki makna batin yang mendalam. Ibadah tersebut bertujuan membentuk kepedulian sosial dan kepekaan nurani.
Ia juga mencontohkan kisah empati seorang perempuan yang memberi minum seekor anjing kehausan sebagai bentuk kebaikan universal. Kisah tersebut menunjukkan bahwa rahmat Allah dapat hadir melalui tindakan sederhana.
“Ibadah tidak boleh berhenti pada ritual lahiriah, tetapi harus melahirkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Tausiah berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dengan penuh perhatian. Kegiatan tersebut berlanjut hingga menjelang waktu berbuka puasa bersama di Masjid Ummul Quroh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....