Seleksi Paskibraka Online Siswa Man Ende Perkuat Mental Fisik
- 02 Mar 2026 13:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pembinaan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Madrasah Aliyah Negeri Ende mulai dipersiapkan sejak Oktober 2025. Hal tersebut disampaikan Koordinator Ekstra Kurikuler Paskibraka MAN Ende, Maful Musa saat diwawancarai RRI Ende pada Senin, 2 Maret 2026 di lingkungan sekolah tersebut.
Maful yang juga berprofesi sebagai guru menjelaskan, pembinaan dilakukan lebih awal karena proses seleksi Paskibraka kini berlangsung secara daring dan terintegrasi langsung dengan sistem pusat. “Persiapan memang kami mulai dari awal, karena setiap tahun kegiatan ini rutin dilaksanakan. Jadi anak-anak sudah dibina sejak Oktober untuk menghadapi seleksi tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada latihan fisik, tetapi juga penguatan mental dan pengetahuan kebangsaan. Materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar, serta wawasan kenegaraan lainnya yang akan diujikan dalam tahapan seleksi.
“Yang paling penting itu mental. Selain fisik, anak-anak juga harus siap secara mental dan pengetahuan, karena ada tes wawasan kebangsaan juga,” katanya.
Saat ini, tercatat 19 siswa tengah menjalani proses pendaftaran dan pemberkasan administrasi. Para peserta berasal dari kelas X dengan batasan usia antara 16 hingga 18 tahun, sesuai ketentuan terbaru seleksi Paskibraka.
Menurut Maful, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seleksi kali ini hanya diperuntukkan bagi siswa kelas X. Nantinya, jika lolos, mereka akan bertugas hingga kelas XII dan resmi dinyatakan sebagai Purna Paskibraka setelah mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni.
Untuk pola pengawasan kesehatan, pihak sekolah hanya melakukan pembinaan fisik, mental, dan pengetahuan pada sore hari. Sementara pemeriksaan kesehatan menjadi tanggung jawab orang tua, dengan melampirkan surat keterangan sehat dari Puskesmas sebagai syarat administrasi.
“Setiap tahun kami memang menghadirkan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas untuk melengkapi persyaratan administrasi, namun tidak ada kerja sama intens secara khusus,” katanya.
Maful menambahkan, proses pendaftaran kini sepenuhnya dilakukan secara online. Sekolah hanya membantu pengisian dan pengunggahan berkas sesuai ketentuan, sementara tahapan lanjutan menunggu arahan dari tingkat kabupaten.
Di tingkat kabupaten, kuota Paskibraka terbatas, yakni hanya 25 orang yang akan terpilih dari seluruh kecamatan. Karena itu, maful berharap para siswa dapat memberikan kemampuan terbaik mereka dalam setiap tahapan seleksi.
“Harapan kami tentu anak-anak bisa lulus di setiap tahapan, baik tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Namun kalau belum terpilih, berarti belum rezekinya. Yang penting mereka sudah berusaha maksimal,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....