KRI Tongkol-813 Sandar di Maumere, Operasi Jaladhi 2026 Dimulai
- 27 Feb 2026 16:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – KRI Tongkol-813 milik TNI Angkatan Laut bersandar di Dermaga 1 Pelabuhan Lorensius Say Maumere, Jumat 27 Februari 2026. Kedatangan kapal perang tersebut menandai dimulainya rangkaian Operasi Perisai Jaladhi 2026 di wilayah perairan timur Indonesia.
Kapal perang itu membawa Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono, dalam agenda kunjungan kerja sekaligus pelaksanaan operasi strategis pengamanan laut. Operasi ini difokuskan pada peningkatan patroli maritim dan penegakan hukum di laut.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriyadi bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sikka menyambut langsung kedatangan Danguspurla Koarmada II Penyambutan turut dihadiri Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho, Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu mewakili Kapolres, Kajari Sikka Armadha Tangdibali, Ketua Pengadilan Negeri Nithanel Nahsyun Ndaumanu, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal lainnya.
Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono bersama Forkopimda melaksanakan pertemuan di atas geladak KRI Tongkol-813. Pertemuan tersebut membahas kondisi keamanan laut di wilayah perairan Kabupaten Sikka dan langkah koordinatif mendukung operasi.
“Operasi Perisai Jaladhi 2026 kami laksanakan untuk memastikan keamanan perairan tetap terjaga, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Kesiapsiagaan unsur tempur laut dan patroli rutin menjadi prioritas dalam mencegah pelanggaran wilayah maupun aktivitas ilegal,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran unsur gugus tempur laut di Maumere merupakan bagian dari strategi penguatan pertahanan maritim nasional. Menurutnya, sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriyadi menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan operasi tersebut. “Kami mendukung penuh langkah TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut di wilayah Sikka. Koordinasi lintas sektor akan terus kami perkuat demi menjaga stabilitas daerah,” katanya.
Operasi Perisai Jaladhi 2026 menyasar potensi pelanggaran wilayah, penyelundupan, serta berbagai aktivitas ilegal di laut. Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dinilai memiliki posisi strategis dalam jalur pelayaran dan pertahanan nasional.
Sekitar pukul 11.30 Wita, Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono melanjutkan agenda menuju Pangkalan TNI AL Maumere di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat. Kunjungan tersebut mencakup pembinaan internal dan pengecekan kesiapan personel TNI AL di wilayah tersebut.
Hingga siang hari, KRI Tongkol-813 masih bersandar di Pelabuhan Lorensius Say Maumere sebagai bagian dari rangkaian kegiatan operasi. Situasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....