Olah TKP, Polisi Ungkap Kronologi Pelajar Asal Ngada Tewas Terjepit Truk Fuso

  • 27 Feb 2026 14:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino Fuso bermuatan seng dan triplek terjadi di Kampung Rangga Watu, Desa Golo Ndesat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 26 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Truk bernomor polisi L 8996 UCD itu dikemudikan oleh Adrianus Dala (29) dan melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng dengan tujuan akhir Bajawa, Kabupaten Ngada. Di dalam kabin, sopir didampingi dua penumpang, yakni Yakobus Nay (22) dan Yoseph Rojerius Noa (19).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat kendaraan melintas di jalan lurus yang sedikit menurun di wilayah Rangga Watu, dalam kondisi cuaca hujan dan berkabut.

“Truk melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng dengan tujuan Bajawa. Saat di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi pada sistem mekanis,” ujar IPDA Bayu, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, kopling truk diduga tidak berfungsi, sehingga persneling dan rem juga tidak dapat dikendalikan. Kendaraan kemudian hilang kendali dan meluncur ke sisi kiri jalan hingga masuk ke dalam parit.

Dalam situasi tersebut, sopir sempat meminta kedua penumpang untuk tetap berada di dalam kabin. Namun, salah satu penumpang, Yoseph Rojerius Noa (19), pelajar asal Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, diduga panik dan mencoba melompat keluar melalui pintu sebelah kiri saat kendaraan dalam posisi miring.

Akibatnya, korban terjepit di antara pintu kendaraan dan gundukan tanah ketika truk berhenti di dalam got. Sementara sopir dan satu penumpang lainnya selamat, meski mengalami trauma.

Salah satu saksi mata, Paulus Dasaulus Datak (47), mengatakan warga setempat segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Rekas.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis,” ujarnya.

Namun, setibanya di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang diderita.

Petugas dari Polres Manggarai Barat telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan satu unit truk sebagai barang bukti. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Kerugian materil diperkirakan sekitar Rp1 juta. Namun yang paling utama adalah adanya korban jiwa. Kami mengimbau para pengemudi untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, terlebih saat melintas di jalur Trans Flores yang memiliki medan menantang, apalagi di musim hujan,” kata IPDA Bayu.

Jenazah korban telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara itu, sopir dan satu penumpang lainnya masih dalam kondisi syok dan telah kembali ke daerah asal mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....