Pemkab Lembata Percepat Penurunan Stunting menuju Target Nasional 2026
- 27 Feb 2026 08:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui evaluasi sektor kesehatan daerah. Program ini menjadi salah satu indikator utama pembangunan daerah tahun 2025–2029.
Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat Januari 2026, prevalensi stunting tercatat sebesar 17,8 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 sebesar 31,7 persen.
Meski mengalami penurunan signifikan, pemerintah daerah menilai upaya percepatan masih perlu diperkuat. Target prevalensi stunting Kabupaten Lembata ditetapkan mencapai 7,2 persen pada tahun 2026.
Sejumlah kecamatan seperti Omesuri, Nubatukan, Ile Ape, dan Wulandoni masih mencatat angka stunting di atas dua digit. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penguatan intervensi pelayanan kesehatan dasar.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya konvergensi program lintas sektor hingga tingkat desa. Upaya tersebut melibatkan layanan kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, serta pemantauan gizi balita.
Bupati Lembata menyatakan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kerja kolaboratif seluruh pihak. Pendekatan berbasis data dinilai menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Melalui langkah terpadu tersebut, pemerintah berharap kualitas kesehatan anak di Kabupaten Lembata dapat terus meningkat. Upaya ini diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....