Pemerataan Dokter Spesialis, NTT Sambut Program Hospital Based

  • 27 Feb 2026 08:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Orientasi Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit di Auditorium Dr. J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2026 lalu ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pinggiran Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas peluncuran program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based). Menurutnya, skema ini sangat dibutuhkan daerah seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua yang selama bertahun-tahun mengalami kekurangan dokter spesialis.

Ia menjelaskan, pemerintah kini mengubah paradigma pendidikan spesialis. Dokter tidak lagi diposisikan sebagai mahasiswa yang harus menanggung biaya mahal, melainkan sebagai tenaga profesional yang bekerja sambil menjalani pendidikan. Dengan skema ini, peserta mendapatkan beasiswa sekaligus penghasilan selama masa studi. Rekrutmen pun dilakukan berbasis kebutuhan daerah dan memprioritaskan putra-putri asli daerah, sehingga setelah lulus mereka dapat kembali mengabdi di wilayah masing-masing.

Gubernur mengungkapkan rasa syukur karena pada batch ketiga program tersebut, NTT memperoleh kuota peserta terbanyak, yakni tujuh dokter dari total 58 peserta nasional. Meski demikian, ia menegaskan kebutuhan dokter spesialis di NTT masih sangat besar, karena hampir seluruh kabupaten/kota masih mengalami kekurangan tenaga medis spesialis, baik di tingkat provinsi maupun rumah sakit daerah.

“Saya bersyukur, pada batch ketiga ini NTT mendapat peserta terbanyak: 7 dokter spesialis dari total 58 peserta nasional. Namun kebutuhan kita masih sangat besar—hampir semua kabupaten/kota di NTT masih kekurangan dokter spesialis, baik di ibu kota provinsi maupun RS daerah,”kata Gubernur.

Untuk itu, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota guna memastikan penempatan dokter spesialis tepat sasaran, sekaligus menyiapkan dukungan tambahan agar mereka benar-benar kembali dan mengabdi di daerah. Harapannya, masyarakat NTT tidak lagi harus dirujuk jauh ke luar daerah atau Pulau Jawa untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis, melainkan cukup di provinsi bahkan di kabupaten masing-masing, dengan pelayanan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....