Wisuda Undana 2026, Wakil Gubernur NTT Ajak Lulusan Jadi Solusi

  • 26 Feb 2026 18:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 1.038 lulusan mengikuti Wisuda Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode Pertama Tahun 2026 yang digelar Universitas Nusa Cendana di Grha Cendana, Kupang, Kamis, 26 Februari 2026. Momen istimewa ini turut diwarnai keikutsertaan Wakil Gubernur NTT, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johanis Asadoma, M.Hum., yang lulus sebagai Doktor Ilmu Administrasi dengan IPK 3,95.

Sosok yang akrab disapa Johni Asadoma itu hadir bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai bagian dari para wisudawan yang merayakan capaian akademik. Dalam sambutannya mewakili pemerintah sekaligus perwakilan wisudawan, Johni menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjuangan di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak terbuai euforia sesaat, sebab tantangan ke depan jauh lebih kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga perubahan pola ekonomi dan gaya hidup masyarakat. Secara terbuka, ia juga menyoroti realitas dunia kerja di NTT yang masih menyisakan persoalan serius.

Saat ini, sekitar 7.000 sarjana—baik lulusan S1, S2, maupun S3—masih menganggur dan mencari pekerjaan. Menurutnya, gelar akademik dan IPK tinggi tidak lagi menjadi jaminan tunggal kesuksesan. “Kita tidak kekurangan orang pintar atau teori. Yang kita butuhkan adalah generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Johni memaparkan sejumlah tantangan krusial yang masih membayangi Nusa Tenggara Timur, seperti tingginya angka kemiskinan, rendahnya produktivitas daerah, belum meratanya akses air bersih, hingga transformasi ekonomi yang belum memberi nilai tambah signifikan. Ia mendorong para lulusan untuk mengambil peran aktif, mengingat NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, dan energi terbarukan yang menanti sentuhan inovasi kaum intelektual.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., dalam orasinya menggunakan metafora bidak kuda dalam permainan catur untuk menggambarkan karakter lulusan ideal. Menurutnya, seperti kuda yang mampu melompati hambatan dan bergerak tidak linear, alumni harus berani berpikir out of the box.

Ia juga mengingatkan pentingnya strategi penempatan diri: berada di pusat perubahan akan membuat kontribusi semakin besar, sedangkan memilih sudut kenyamanan justru membatasi gerak. “Jangan membatasi potensi di sudut-sudut aman. Beradalah di tengah perubahan agar keahlian saudara memberi dampak maksimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....