Ritual Nagi Amagarapati Perkuat Harmoni dan Identitas Lamaholot
- 26 Feb 2026 10:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Warga Kelurahan Amagarapati menggelar ritual adat Pembersihan Kampung atau Nagi pada Rabu 25 Februari 2026. Tradisi sakral berlangsung di kompleks pemakaman Patigrama, Kecamatan Larantuka, Flores Timur.
Ritual ini dilaksanakan sepekan setelah tawaran rekonsiliasi antara Postoh dan Amagarapati. Kesepakatan rekonsiliasi sebelumnya dibahas bersama Bupati dan Forkopimda di ruang rapat Bupati.
Inisiatif pelaksanaan Nagi dilakukan secara internal oleh warga Amagarapati. Momentum ini dimaknai sebagai upaya memulihkan harmoni sosial pascadinamika yang terjadi.
Bupati Flores Timur, Doni Dihen, hadir bersama jajaran pejabat daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para tetua adat, kaum muda, dan seluruh warga.
“Ritual ini langkah arif dan strategis menyegarkan identitas Lamaholot serta memperkuat jati diri Nagi,” ujar Doni Dihen. Ia menilai adat menjadi ruang refleksi atas berbagai pendekatan yang telah ditempuh.
Menurutnya, kehadiran Gereja bersama Ema Reinha memperkaya nilai luhur warisan leluhur. Pemerintah, katanya, terus berupaya menyempurnakan perhatian terhadap Postoh dan Amagarapati.
“Usahakanlah kedamaian terlebih dahulu, baru mencari keadilan dan kebenaran,” ucap Doni Dihen berpesan. Ia mengajak warga memperlakukan sesama sebagai kakan dike adik sare dalam kehidupan sehari-hari.
Komandan Kodim 1624 Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, menekankan pentingnya penghargaan terhadap adat. Ia menyebut adat mengandung nilai moral, etika, serta pedoman menjaga keseimbangan hidup.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, memaknai ritual sebagai dambaan bersama. “Momentum ini menjadi titik awal memperkuat persatuan dan ketenangan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD Flores Timur, Albertus Ola Sinuor, menyebut ritual sebagai pendinginan kampung. Ia berharap perlindungan leluhur menyertai warga setelah kampung dibersihkan secara simbolik.
Ritual ditandai prosesi toto dulat dengan tanda darah hewan sembelihan pada dahi. Simbol tersebut meneguhkan komitmen warga menjaga harmoni, persaudaraan, dan nilai leluhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....