MaudyStudio21 Hadirkan Small Art Berdampak Besar
- 25 Feb 2026 08:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Dunia kecantikan kini tidak lagi sekadar soal penampilan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi sekaligus peluang usaha menjanjikan. Hal itu dibuktikan oleh Anunciata Maria Karolina Tambuk, pemilik MaudyStudio21, usaha nail art yang terus berkembang di Kabupaten Ende.
Saat diwawancarai RRI Ende di Studio Pro 2 RRI Ende, Senin , 25 Februari 2026, Anunciata yang akrab disapa Nuncy menjelaskan bahwa MaudyStudio21 berfokus pada layanan nail art dengan berbagai desain kreatif. Semuanya bisa mulai dari gaya sederhana hingga detail artistik sesuai permintaan pelanggan.
Ia mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia nail art berawal dari hobi menggambar yang kemudian ia tekuni secara serius hingga menjadi peluang usaha. “Saya memang suka menggambar dan mendesain. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak coba dituangkan ke media kuku. Ternyata responsnya bagus,” katanya.
Nuncy menambahkan, dirinya belajar secara otodidak melalui internet dan media sosial sambil terus berlatih meningkatkan keterampilan. Tantangan terbesar saat merintis usaha adalah membangun rasa percaya diri serta mendapatkan pelanggan pertama.
“Pasti ada rasa minder, takut hasilnya belum maksimal. Tapi saya lawan dengan terus belajar dan berani mencoba,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama MaudyStudio21 memiliki makna personal. Selain mudah diingat, angka 21 menjadi simbol awal keberaniannya memulai usaha secara mandiri.
Menurutnya, nail art bukan hanya bisnis, melainkan juga seni. Ia mengungkapkan bahwa setiap desain memiliki nilai estetika dan karakter tersendiri. Ide desain biasanya diperoleh dari tren media sosial, referensi pelanggan, hingga inspirasi warna dan motif yang sedang populer.
Ketika menghadapi pelanggan yang masih bingung menentukan desain, ia menjelaskan akan berdiskusi dan memberikan beberapa referensi yang disesuaikan dengan bentuk kuku serta karakter klien. Ia menambahkan, tahap paling menantang dalam proses nail art adalah detail dan finishing yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Dalam perjalanannya, Nuncy mengungkapkan pernah menerima komplain dari pelanggan. Namun hal tersebut dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kalau ada komplain, saya dengarkan dulu. Itu penting supaya kita tahu kekurangan dan bisa memperbaiki kualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesalahan yang sering dilakukan pemula di dunia nail art adalah kurang sabar dan tidak konsisten berlatih. Padahal, kualitas dan ketekunan menjadi kunci agar pelanggan merasa puas dan kembali menggunakan jasa yang sama.
Di tengah banyaknya usaha serupa, MaudyStudio21 berupaya tampil berbeda melalui pelayanan yang ramah, detail desain yang rapi, serta komitmen menjaga kualitas bahan. Ia mengungkapkan, meski pernah merasa lelah, semangat untuk berkembang dan dukungan pelanggan membuatnya tetap bertahan.
Menurutnya, peluang bisnis nail art ke depan masih sangat terbuka, khususnya di kalangan anak muda yang gemar tampil stylish dan mengikuti tren. Ke depan, ia berharap MaudyStudio21 dapat berkembang lebih besar, memiliki tempat usaha sendiri, serta membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai usaha dari hobi yang dimiliki. “Kalau punya hobi dan mau serius, jangan takut mulai. Kuncinya konsisten dan percaya diri,” ucapnya.
BagiNuncy, sukses bukan hanya soal keuntungan materi, tetapi ketika mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak positif bagi orang lain. Melalui karya kecil di atas kuku, MaudyStudio21 membuktikan bahwa seni sederhana dapat memberikan dampak besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....