Tiwu Pai Bukan Komoditas Semata, Kadis Aloysius: Perlu Dijaga Bersama
- 23 Feb 2026 21:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Keindahan air terjun dan kolam alami di Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun di balik pesona tersebut, muncul tantangan besar untuk memastikan pengembangannya tetap selaras dengan kelestarian lingkungan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai, menegaskan bahwa pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan itu bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi, melainkan sebagai langkah menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.
Kepala Disparbud Manggarai, Aloysius Jebarut, mengingatkan masyarakat agar tidak memandang Tiwu Pai hanya sebagai komoditas wisata yang menghasilkan keuntungan sesaat.
“Marilah kita melihat Tiwu Pai bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai aset bersama dan warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI Labuan Bajo, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, pengelolaan destinasi harus bertumpu pada keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan budaya. Ia menekankan tiga pilar utama yang perlu dijaga bersama, yakni kebersihan kawasan, kelestarian alam, serta penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Desa Toe.
Ia juga menegaskan, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan, sementara kondisi lingkungan dan kejernihan air wajib dipertahankan. Selain itu, nilai-nilai budaya setempat tetap harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas pariwisata.
Melalui Pokdarwis yang telah dibentuk, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek manajemen pengelolaan, tetapi juga edukasi terkait kebersihan dan pengelolaan limbah.
“Pendampingan kebersihan dan pengelolaan lingkungan ini sangat penting agar alam tetap terjaga. Destinasi sehebat apa pun akan ditinggalkan jika tidak ditunjang dengan kebersihan,” katanya.
Disparbud Manggarai menargetkan Tiwu Pai berkembang sebagai destinasi berbasis pariwisata berkelanjutan, yakni mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan hak generasi mendatang untuk menikmati keindahan yang sama.
“Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat, menghormati kearifan lokal, dan tidak merusak alam,” ucap Aloysius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....