SKM Jadi Instrumen Strategis Evaluasi Kinerja Melki–Johni
- 21 Feb 2026 18:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) menjadi instrumen strategis untuk mengukur sekaligus mengoreksi satu tahun kinerja pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma. Penegasan itu disampaikan dalam Diskusi Publik SKM Satu Tahun Kinerja Melki–Johni yang digelar di Aula Utama El Tari Kupang, Jumat, 20 Februari 2026 di hadapan jajaran DPRD NTT, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, akademisi, tokoh agama, hingga insan pers.
Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memaparkan hasil survei yang dilakukan secara kuantitatif melalui wawancara tatap muka pada 5–14 Januari 2026. Survei melibatkan 800 responden yang tersebar proporsional di 22 kabupaten/kota di NTT dengan metode multistage random sampling dan margin of error ±3,47 persen, sehingga dinilai memiliki validitas ilmiah yang kuat.
Hasil survei menunjukkan sektor ekonomi dan kesejahteraan (40,1 persen) serta infrastruktur dan layanan dasar (33,9 persen) menjadi perhatian utama masyarakat. Permasalahan yang paling dirasakan adalah kondisi jalan rusak atau belum memadai (69,7 persen), disusul akses air bersih yang belum merata (11,1 persen). Data ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan lanjutan.
Meski demikian, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tergolong tinggi. Sebanyak 72,5 persen responden menilai pemerintah memahami persoalan masyarakat, dan 75,4 persen meyakini pemerintah memiliki solusi. Bahkan, tingkat kepuasan terhadap satu tahun kinerja Melki–Johni mencapai 80,5 persen, mencerminkan optimisme warga terhadap arah pembangunan daerah.
Gubernur Melki menegaskan, SKM merupakan bentuk “audit sosial” dalam tata kelola pemerintahan modern untuk memastikan visi, misi, serta Dasa Cita benar-benar dirasakan masyarakat. Hasil survei ini, kata dia, akan menjadi baseline evaluasi sekaligus tekanan positif agar birokrasi semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
“Keberhasilan pemimpin diukur dari senyum kepuasan rakyat saat mengakses layanan publik. Itulah arah pembangunan NTT yang sehat, maju, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....