Akses Lepkes Terputus Berbulan-bulan, Tokoh Muda Minta Janji Pemerintah

  • 21 Feb 2026 15:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Lumpuhnya akses transportasi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, memicu protes warga. Jalur strategis kabupaten yang menghubungkan Desa Taniwoda, Detuara, dan Rutujeje dilaporkan terputus akibat material longsor yang menimbun badan jalan selama beberapa bulan terakhir.

Tokoh pemuda Lepkes, Niko Sanggu, dalam siaran pers yang diterima RRI, Sabtu, 21 Februari 2026, menyampaikan kekecewaannya terhadap respons Pemerintah Kabupaten Ende yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret.

Ia mengaku sempat berkomunikasi langsung melalui telepon dengan Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, beberapa bulan lalu. Dalam percakapan tersebut, bupati disebut menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan serta berjanji akan mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera menangani persoalan tersebut.

Namun hingga kini, menurut Niko, belum terlihat adanya penanganan di lapangan.

“Bupati bilang terima kasih dan akan mendorong Dinas PU secepatnya. Tapi faktanya, sampai hari ini tidak ada satu pun langkah konkret. Bagi kami, janji ‘segera’ itu tidak lebih dari sekadar retorika,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi jalan yang terputus berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Atas nama warga, Niko menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Ende. Pertama, mendesak pemerintah segera turun langsung ke lokasi longsor di Desa Taniwoda dengan membawa solusi teknis yang jelas. Kedua, meminta Bupati Ende hadir langsung di lokasi terdampak sebagai bentuk kepemimpinan dan tanggung jawab. Ketiga, menuntut Kepala Dinas PUPR segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor.

Hingga berita ini diturunkan, RRI masih berupaya mengonfirmasi tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Ende dan Dinas PUPR terkait penanganan longsor tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....