Pembinaan Rohani Korban TPPO Digelar Maumere
- 21 Feb 2026 15:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Sejumlah korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, mengikuti pembinaan rohani melalui shalat berjamaah, Kamis 19 februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula TRUK-F Maumere dan dipimpin Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Muhammad Dong, bersama staf Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Saleh.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk pendampingan spiritual bagi para korban yang tengah menjalani proses pemulihan. Dalam suasana khidmat, para peserta mengikuti rangkaian shalat berjamaah dan doa bersama.
Momentum kebersamaan dalam ibadah itu dimanfaatkan untuk memperkuat iman dan ketahanan batin para korban. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, doa dan tausiyah menjadi ruang berbagi harapan serta penguatan diri.
Muhammad Dong mengatakan pendampingan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemulihan korban dugaan TPPO. Menurutnya, penguatan rohani dibutuhkan agar para korban tetap memiliki keyakinan dan semangat menjalani hari-hari ke depan.
“Kami hadir untuk memberikan penguatan rohani agar saudara-saudari kita tetap memiliki harapan dan keyakinan bahwa setiap ujian pasti ada jalan keluarnya. Melalui shalat dan doa, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kemudahan,” ujar Muhammad Dong.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan diharapkan mampu membantu korban menemukan kembali rasa percaya diri dan semangat hidup. Dalam tausiyah singkatnya, ia juga mengingatkan para korban agar tidak merasa sendiri karena pemerintah dan berbagai pihak terus memberikan pendampingan.
Pembinaan rohani tersebut merupakan inisiatif Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka sebagai respons atas kebutuhan layanan keagamaan bagi kelompok rentan. Selain shalat berjamaah, kegiatan diisi dengan doa bersama serta pesan-pesan motivasi yang menyentuh aspek moral dan psikologis peserta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka melalui penyuluh agama menyampaikan bahwa kehadiran institusinya tidak terbatas pada layanan administrasi dan pendidikan keagamaan. Kementerian Agama, kata dia, juga mengambil peran dalam misi kemanusiaan melalui pendampingan spiritual yang berkelanjutan.
Sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya terus diperkuat untuk memastikan perlindungan dan pemulihan korban berjalan optimal. Melalui pembinaan rohani yang konsisten, para korban diharapkan mampu bangkit secara mental dan spiritual serta menatap masa depan dengan optimisme baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....