Imigrasi Labuan Bajo Layani Wisatawan sejak di Laut

  • 21 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo menerapkan skema pelayanan keimigrasian proaktif dengan melakukan pemeriksaan dokumen wisatawan kapal pesiar sejak pelayaran berlangsung. Langkah ini menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu pelabuhan dengan sistem cruise clearance paling responsif di Indonesia.

Hingga Februari 2026, tercatat sedikitnya delapan kapal pesiar internasional telah bersandar di Labuan Bajo. Tren tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap destinasi super prioritas itu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengatakan inovasi layanan dilakukan untuk memastikan proses kedatangan wisatawan berlangsung cepat tanpa mengurangi aspek pengawasan.

“Kami mengirim petugas imigrasi bergabung sejak kapal berangkat dari pelabuhan asal, misalnya dari Australia. Pemeriksaan dokumen dan proses visa dilakukan selama pelayaran,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI Labuan Bajo, Sabtu, 21 Februari 2026.

Dengan skema tersebut, penumpang tidak perlu mengantre panjang saat kapal sandar.

“Saat kapal tiba, wisatawan bisa langsung turun dan menikmati agenda wisata. Ini bagian dari pelayanan prima yang kami siapkan,” kata Charles.

Meski pelayanan dipercepat, pengawasan tetap diperketat melalui sistem digital berbasis data yang terintegrasi nasional dan internasional.

“Kami memantau masa tinggal warga negara asing secara digital untuk mencegah potensi overstay. Pelayanan prima harus berjalan beriringan dengan pengawasan ketat,” tegasnya.

Imigrasi juga menggandeng BPOLBF untuk memberikan edukasi melalui panduan Do’s and Don’ts, guna memastikan wisatawan memahami aturan dan etika selama berada di Indonesia.

Sejauh ini, tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian dari penumpang kapal pesiar.

“Mayoritas penumpang adalah wisatawan lanjut usia yang sangat tertib. Sampai saat ini tidak ada pelanggaran,” ungkap Charles.

Ia menambahkan, meski jumlah personel terbatas, sistem digital terintegrasi memungkinkan layanan tetap berjalan efektif dan akurat.

Charles mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga citra positif Labuan Bajo.

“Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Jika mereka puas, dampaknya langsung ke ekonomi daerah,” katanya.

Inovasi ini mempertegas posisi Labuan Bajo bukan hanya sebagai destinasi kelas dunia, tetapi juga sebagai gerbang internasional yang mampu menghadirkan pelayanan cepat, profesional, dan berstandar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....