Seni Tutur Kapu Agu Naka Hadapi Tantangan Modernisasi
- 21 Feb 2026 09:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tradisi Kapu Agu Naka dalam budaya Manggarai menghadapi tantangan pelestarian di tengah arus modernisasi. Hal tersebut disampaikan Tokoh Budaya Manggarai Timur, Simplisius Nangu, S.Pd, dalam program Bincang Budaya RRI Labuan Bajo, Rabu, 19 Februari 2026.
Menurutnya, ritual adat ini tidak boleh dipenggal atau disederhanakan secara sembarangan karena setiap tahapan memiliki makna filosofis dan spiritual yang saling terhubung.
“Kalau dipersingkat tanpa memahami maknanya, kita sedang menggeser nilai yang diwariskan leluhur. Budaya itu utuh, tidak bisa dipotong-potong,” tegasnya.
Ia menyoroti seni tutur atau syair adat sebagai bagian paling rentan. Seorang penutur adat harus menguasai struktur bahasa dan rangkaian doa dengan tepat.
“Kesalahan dalam pengucapan syair bisa dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan. Dalam kepercayaan adat, leluhur bisa memberi teguran,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis budaya Manggarai tidak akan hilang selama masih ada generasi yang mau belajar.
“Budaya bukan sekadar mengenang masa lalu. Budaya adalah fondasi karakter kita hari ini dan masa depan,” ujarnya.
RRI Labuan Bajo melalui program Bincang Budaya terus menghadirkan ruang edukasi agar tradisi lisan dan nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....