Kapu Agu Naka, Tradisi Sakral Sambut Tamu Manggarai

  • 21 Feb 2026 09:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tradisi Kapu Agu Naka menjadi simbol penghormatan tertinggi masyarakat Manggarai dalam menyambut tamu istimewa. Ritual adat ini dibahas dalam program Bincang Budaya RRI Labuan Bajo, Rabu, 19 Februari 2026, sebagai bagian dari edukasi pelestarian budaya lokal.

Tokoh Budaya Manggarai Timur, Simplisius Nangu, S.Pd, menjelaskan Kapu Agu Naka merupakan tata cara adat untuk menerima tamu khusus, baik yang diundang maupun yang datang atas inisiatif sendiri.

“Kapu Agu Naka bukan sekadar seremoni penyambutan. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi, sekaligus cara memperkenalkan tamu kepada leluhur agar mereka mendapat restu dan keselamatan selama berada di wilayah adat,” ujarnya.

Secara filosofis, “Kapu” berarti memangku atau menggendong, melambangkan penghormatan dan penerimaan yang tulus. Sementara “Naka” berarti kegembiraan, yang mencerminkan sukacita atas kehadiran tamu.

Dalam ritual ini digunakan dua simbol utama, yakni tuak atau moke sebagai bentuk penghormatan besar, serta ayam yang disebut Manuk Naka. Ayam tersebut tidak disembelih, melainkan dibawa pulang oleh tamu sebagai tanda penerimaan adat.

Menurut Simplisius, kesakralan ritual dijaga dengan ketat. Saat penutur adat menyampaikan doa, seluruh hadirin wajib diam dan tidak boleh melakukan aktivitas lain.

“Keheningan itu bukan formalitas, tetapi bentuk hormat kepada leluhur. Jika ritual dilakukan setengah hati, maknanya akan hilang,” katanya.

Melalui program ini, RRI Labuan Bajo menghadirkan ruang dialog agar nilai-nilai budaya Manggarai tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....