Panen Raya Jagung Desa Nao Bukti Dana Desa Produktif

  • 21 Feb 2026 08:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Panen raya jagung varietas Bisi 18 di Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, menjadi bukti konkret pemanfaatan Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Kegiatan yang dikelola BumDes Kebe Gego tersebut digelar Jumat, 20 Februari 2026.

Panen ini menunjukkan bahwa alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa.

Kepala Desa Nao, Petrus Patmos, mengatakan BumDes Kebe Gego menjadi penopang utama ekonomi desa. BumDes tersebut dibiayai melalui anggaran ketahanan pangan sebesar Rp152.552.400 yang bersumber dari Dana Desa.

“BUMDes ini adalah benteng ketahanan perekonomian masyarakat Desa Nao. Karena itu saya berharap pengurus dan kita semua saling bekerja sama demi mempertahankan komoditas yang dihasilkan masyarakat,” ujarnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk dua sektor utama, yakni budidaya ikan lele dan penanaman jagung. Petrus menegaskan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara optimal dan akuntabel agar tidak ada anggaran yang mengendap tanpa dimanfaatkan secara produktif.

Ketua BumDes Kebe Gego, Yohanes Gaeung, menjelaskan pada sektor pertanian pihaknya mengelola lahan satu hektare dengan 20 kilogram benih jagung dan 16 karung pupuk. Dari lahan tambahan seluas 15 x 100 meter, panen sebelumnya menghasilkan lebih dari 600 kilogram jagung dengan nilai penjualan Rp4 juta.

Sementara itu, pada sektor perikanan, BumDes menebar 5.000 bibit ikan lele di lima kolam. Meski sekitar 1.000 ekor mati akibat sifat predator, usaha tersebut tetap dinilai menguntungkan.

“Untuk komoditas jagung hasilnya cukup baik. Sedangkan budidaya ikan lele juga tetap memberikan keuntungan meski ada kendala,” kata Yohanes.

Camat Satar Mese Utara, David S. Jemahu, menilai keberhasilan BumDes Kebe Gego menjadi kontribusi nyata bagi program ketahanan pangan desa. Ia menyebut produktivitas jagung di wilayah tersebut berpotensi mencapai enam hingga delapan ton per hektare.

Koordinator Kabupaten Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Adelti Gundabaya, menyebut Desa Nao sebagai contoh keberhasilan pengelolaan BumDes di Manggarai.

“Capaian ini menunjukkan Dana Desa dimanfaatkan secara produktif. Kami berharap keberhasilan Desa Nao dapat menjadi inspirasi bagi desa lain,” ujarnya.

Panen raya tersebut turut dihadiri unsur pemerintah desa, tenaga ahli pertanian, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta tokoh masyarakat. Pemerintah berharap diversifikasi usaha desa dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....