Mgr. Yohanes Hans Monteiro Rayakan Misa Bersama Penyintas Lewotobi

  • 20 Feb 2026 11:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim — Mengawali tugas pastoralnya di Keuskupan Larantuka, Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, memimpin perayaan Ekaristi bersama para penyintas erupsi gunung Lewotobi. Misa berlangsung di Stasi Konga, Kabupaten Flores Timur, Minggu 15 Februari 2026.

Kehadirannya menjadi peneguhan awal pelayanan pastoral di tengah umat yang sedang menghadapi masa sulit. Momentum ini juga menjadi bentuk solidaritas nyata bagi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi, sekaligus memberi dukungan moral dan rohani agar mereka tetap kuat menjalani proses pemulihan.

Rangkaian kunjungan diawali dengan penyambutan adat oleh umat dan masyarakat setempat. Uskup bersama rombongan diterima melalui prosesi pengguntingan pita, pengalungan selendang, serta tarian penjemputan menuju Gereja Sta. Maria Mater Dolorosa Stasi Konga.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur bersama jajaran. Kehadiran pemerintah daerah menandai dukungan moril bagi warga yang masih dalam masa pemulihan pascaerupsi.

Perayaan Ekaristi berlangsung meriah dan khidmat. Uskup didampingi Vikjen RD. Hendrik Leni, Pr dan Rm. Marselinus Moi, MSF, serta para konselebran lainnya yang ikut memimpin jalannya ibadat.

Dalam kotbahnya, Uskup menekankan pentingnya harapan di tengah situasi ketidakpastian dan penderitaan akibat bencana. Ia menyebut harapan menjadi kekuatan rohani yang memampukan umat untuk bertahan dan bangkit.

Menurutnya, setiap orang dipanggil untuk tetap memiliki spes atau harapan, karena di dalam harapan terdapat daya dan semangat untuk melanjutkan hidup. Harapan itu, kata dia, tidak berdiri sendiri, tetapi berakar pada iman kepada Tuhan.

“Sebagaimana bangsa Israel yang dalam pengungsian tetap berharap pada Allah, demikian pun kita semua senantiasa berharap kepada-Nya. Sebab Tuhan menjanjikan kehadiran-Nya di dalam bencana: Aku tidak meninggalkanmu, Aku tidak membuangmu, Aku tidak lupa namamu,” ujar Uskup dalam penutup kotbahnya.

Perayaan bersama para penyintas ini menjadi penanda awal pelayanan Uskup di wilayah Larantuka. Selain ibadat, momen tersebut juga menjadi ruang penguatan mental dan spiritual bagi warga terdampak erupsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....