BMKG Tingkatkan Layanan Cuaca di Labuan Bajo Demi Keselamatan Pariwisa

  • 18 Feb 2026 19:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkomitmen memperkuat layanan informasi cuaca dan kondisi laut di wilayah Manggarai Barat, khususnya kawasan Taman Nasional Komodo. Penguatan ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika cuaca yang kerap berubah cepat demi menjamin keselamatan masyarakat, pelaku usaha wisata, dan wisatawan.

Saat ini, penguatan observasi laut di wilayah utara Taman Nasional Komodo, tepatnya di kawasan Gili Lawa, telah didukung satu unit High Frequency (HF) Radar. Alat tersebut mampu memantau dinamika arus laut secara real-time dan memberikan informasi dini terkait potensi risiko di perairan.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, dalam kegiatan rapat koordinasi yang digelar Badan Peduli Kawasan Taman Nasional Komodo dan Perairan Sekitarnya (BPTNK PS), Rabu 18 Februari 2026.

“Kami melihat kebutuhan akan data arus laut yang lebih presisi sangat penting, terutama di kawasan wisata bahari seperti Komodo. HF Radar ini memungkinkan kami memantau pergerakan arus secara langsung sehingga informasi yang diberikan kepada pengguna jasa lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

BMKG juga telah mengusulkan penambahan perangkat serupa untuk wilayah selatan kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan data historis, area selatan memiliki tingkat risiko insiden yang relatif lebih tinggi.

“Wilayah selatan menjadi prioritas karena dari catatan kejadian sebelumnya, potensi gelombang tinggi dan arus kuat lebih sering terjadi di sana. Dengan tambahan alat observasi, kami berharap mitigasi risiko bisa dilakukan lebih optimal,” kata Maria.

Seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan frekuensi penerbangan di Labuan Bajo, BMKG juga merencanakan peningkatan status kelembagaan unit pelayanannya.

Saat ini, layanan BMKG di Labuan Bajo masih berfokus pada meteorologi penerbangan. Ke depan, layanan tersebut akan diperluas dengan penguatan sektor maritim guna mendukung keselamatan pelayaran wisata.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan status, tetapi bentuk komitmen kami untuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. Aktivitas udara dan laut sama-sama membutuhkan dukungan informasi cuaca yang komprehensif,” katanya.

Melalui forum diskusi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, operator kapal, dan otoritas terkait, BMKG berharap dapat melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keselamatan pariwisata membutuhkan sinergi semua pihak. Dengan koordinasi yang baik, sistem peringatan dini dan respons terhadap kondisi cuaca ekstrem dapat berjalan lebih efektif,” ungkap Maria.

Penguatan layanan ini diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pariwisata Labuan Bajo yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap standar keselamatan destinasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....