Kapasitas dan Pompanisasi Jadi Tantangan Perumda Tirta Kelimutu

  • 17 Feb 2026 15:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Kapasitas produksi yang belum optimal dan tingginya biaya operasional menjadi tantangan dalam peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Ende. Direktur Perumda Tirta Kelimutu, Heribertus Gani, menyebutkan sumber air baku di KM 10 baru dimanfaatkan sekitar 40 liter per detik dari potensi 98 liter per detik yang tersedia.

Ia menambahkan, potensi di Aepana menggunakan sistem penyaluran gravitasi. Namun pada musim penghujan, air yang tidak termanfaatkan lebih besar dibandingkan yang berhasil dialirkan kepada pelanggan.

Selain itu, potensi sumber baru di wilayah perbatasan Ndona Timur dan Kecamatan Ndona sedang diidentifikasi untuk direncanakan pengembangannya. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi pertumbuhan pelanggan yang meningkat.

Menurutnya, sebagian besar sumber air masih menggunakan sistem pompanisasi sehingga membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Di dalam kota, hanya tiga sampai empat sumber yang menggunakan sistem gravitasi.

“Kapasitas besar di Wolowona, sekitar 70 liter per detik, menggunakan pompanisasi sehingga menjadi beban operasional perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dibutuhkan skenario dan inovasi untuk mengurangi beban operasional dengan mengutamakan sumber air baku di ketinggian yang dapat disalurkan melalui sistem gravitasi guna meningkatkan efisiensi pelayanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....