Lulusan STIPAR Atma Reksa Ende Diutus Jadi Pendidik Berkarakter
- 16 Feb 2026 17:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 175 lulusan resmi diwisuda dalam prosesi akademik STIPAR Atma Reksa Ende tahun 2026. Dari total lulusan tersebut, tiga orang meraih predikat Magna Cum Laude, 40 orang Cum Laude, 131 orang berpredikat Sangat Memuaskan, dan satu orang berpredikat Memuaskan.
Ketua STIPAR Atma Reksa Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A., menjelaskan tiga lulusan yang meraih predikat Magna Cum Laude yakni Gabriela Margarida Fatima Lopes, Maria Magdalena Bida, dan Rosalia Sandrina Dua Moong. Prosesi wisuda ditandai dengan pemindahan kuncir oleh Ketua STIPAR kepada masing-masing wisudawan.
Selanjutnya, janji wisudawan dibawakan oleh Yanuarius Gebo yang menegaskan komitmen para lulusan untuk mengabdikan diri bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat. Mewakili para wisudawan, Rosalia Sandrina Dua Moong dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di STIPAR Ende bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan pembentukan pribadi.
Ia menuturkan berbagai keterbatasan ekonomi, perjuangan membayar biaya kuliah, hingga hidup sederhana dijalani dengan harapan dan ketekunan. “Hari ini kami berdiri sebagai bukti bahwa keterbatasan tidak pernah mampu mengalahkan harapan,” ujarnya.
Rosalia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan kampus, para dosen, tenaga kependidikan, pastor pendamping praktik pastoral, serta orang tua dan keluarga yang telah berkorban demi pendidikan anak-anak mereka. “Gelar sarjana yang kami sandang hari ini adalah buah dari kasih dan pengorbanan kalian,” katanya.
Dalam sambutannya, RD. Ferry Dhae menegaskan, jika kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perutusan. Ia mengingatkan para wisudawan akan tantangan besar di era digital, seperti sekularisme dan individualisme.
Ia menekankan pentingnya menjadi katekis dan pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter, beriman, dan relevan di tengah masyarakat. “Jadilah sarjana yang tidak hanya update status di media sosial, tetapi juga update iman dan pengetahuan,” ujarnya berpesan.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH, MH, yang untuk pertama kalinya menghadiri wisuda STIPAR Ende, turut memberikan apresiasi kepada para lulusan. Ia mengingatkan bahwa lulusan Pendidikan Keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan iman dan moral generasi masa depan.
“Jangan hanya menjadi orang pintar, tetapi jadilah manusia yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ende berharap para lulusan hadir sebagai penuntun nilai di tengah tantangan dunia digital yang kian kompleks,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, S.E., M.Si., menyatakan, para wisudawan bukan sekadar dinyatakan lulus, melainkan diutus. Ia menyebutkan, dengan meluluskan 175 sarjana, terdiri dari 14 laki-laki dan 161 perempuan maka jumlah tersebut menambah total 2.430 lulusan sepanjang sejarah STIPAR Ende.
Ia mengapresiasi tema wisuda yang menekankan kolaborasi dan karya kontekstual. “Dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang berbuah nyata. Ilmu dan iman harus hadir dalam tindakan konkret bagi masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....