Relokasi Warga Goreng Meni Terkendala Lahan Aman

  • 16 Feb 2026 11:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Relokasi warga terdampak longsor di Desa Gorengmeni menghadapi kendala keterbatasan lahan yang dinilai aman secara geologi. Setelah melakukan kajian lapangan di lokasi terdampak, hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah rumah berdiri di atas timbunan material longsor dan lereng yang tidak stabil.

Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT & NTB, Arios Ghele Radja dalam program Florata Pagi Sabtu 10 Februari 2026, menjelaskan kondisi tanah di beberapa titik sudah tidak layak untuk hunian jangka panjang. Risiko meningkat terutama saat intensitas hujan tinggi.

Menurutnya, zona dengan retakan dan akumulasi material lepas berpotensi mengalami pergerakan tanah kembali. Karena itu, tim teknis memasukkan area tersebut dalam kategori risiko tinggi atau zona merah.

“Dari hasil kajian lapangan, ada rumah yang tepat berada di area timbunan dan lereng tidak stabil. Untuk jangka panjang, itu tidak aman dihuni, khususnya saat musim hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan dibedakan berdasarkan tingkat kerawanan lokasi. Untuk area yang masih bisa dikendalikan risikonya, dilakukan langkah mitigasi seperti penguatan lereng dan perbaikan sistem drainase.

Sementara itu, untuk zona merah dengan potensi longsor tinggi, relokasi menjadi opsi utama. Namun proses pemindahan warga tidak selalu berjalan cepat karena keterbatasan lahan pengganti yang secara geologi lebih aman.

Di wilayah perbukitan seperti Gorengmeni, sebagian besar area tetap memiliki tingkat kerentanan tertentu. Karena itu, penentuan lokasi relokasi harus melalui kajian teknis lanjutan sekaligus mempertimbangkan penerimaan masyarakat.

Tim juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan warga dalam setiap tahap relokasi. Pendekatan dialog dinilai krusial agar keputusan berbasis mitigasi tidak memicu persoalan sosial baru.

Warga diimbau mengikuti rekomendasi teknis dan tidak kembali menempati titik paling berbahaya. Upaya pencegahan disebut lebih penting untuk melindungi keselamatan jiwa dibanding mempertahankan lokasi hunian lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....