Sebanyak 175 Mahasiswa Stipar Dikukuhkan Menjadi Katekis
- 16 Feb 2026 09:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 175 mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende resmi dikukuhkan dan diutus menjadi katekis dalam perayaan Ekaristi Missio Canonica, Minggu, 15 Februari 2026, di Aula STIPAR Ende. Pengukuhan dilaksanakan dalam misa syukur sekaligus perutusan resmi dari Gereja bagi para sarjana Pendidikan Agama Katolik yang akan mulai menjalankan karya pelayanan mereka di tengah umat.
Perayaan Ekaristi dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ende, Rd. Frederikus Dhedhu, Pr. Dalam homilinya, Rd. Ferry Dhedhu menegaskan bahwa Missio Canonica bukan sekadar penugasan administratif, melainkan tanda kepercayaan ilahi agar Sabda Allah yang hidup diwartakan melalui kesaksian nyata.
“Di atas altar ini, kita tidak hanya merayakan perutusan, tetapi mengimani misteri cinta Tuhan yang terus bekerja, memilih manusia-manusia biasa untuk mengemban karya yang luar biasa. Menyalakan terang iman di tengah dunia dengan semangat yang sama,” ujarnya.
Rd. Ferry menekankan bahwa panggilan sebagai pelayan Tuhan bukanlah tugas rutin atau formalitas jabatan. Menurutnya, perutusan sejati lahir dari perjumpaan mendalam dengan Sabda Allah yang menggerakkan hati dan mengubah cara hidup.
“Perutusan yang sejati menuntut keberanian rohani untuk terus bertumbuh, berubah, dan melayani dengan integritas. Bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi hidup sebagai saksi Sabda dalam tindakan nyata,” katanya dengan tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang katekis tidak cukup hanya pandai berbicara atau mengajar, melainkan harus hidup dalam kejujuran. Integritas sejati, katanya, bukan soal pencitraan atau tampak saleh di hadapan orang lain, melainkan kesatuan antara apa yang diajarkan, dikatakan, dan dihidupi.
Menurut Rd. Ferry, tantangan zaman menunjukkan bahwa dunia tidak kekurangan informasi, tetapi kekurangan teladan hidup. Umat, lanjutnya, tidak semata-mata membutuhkan katekis yang fasih berbicara, melainkan pribadi yang hidupnya menjadi kesaksian tentang kebenaran, kasih, dan kesetiaan.
Ia juga menyinggung berbagai keterbatasan yang kerap dihadapi para katekis dalam pelayanan, seperti waktu yang terbatas, minimnya apresiasi, serta beban hidup yang tidak ringan. Namun, justru dalam situasi tersebut panggilan seorang katekis menemukan kemurniannya.
“Kesetiaan yang bertahan dalam kesulitan menunjukkan keaslian iman,” ucapnya. Dengan pengukuhan ini, 175 katekis baru diharapkan mampu mengemban tugas pelayanan Gereja secara profesional dan penuh integritas di tengah dinamika kehidupan umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....