Sanggar Picasso Art Lestarikan Tari Tradisional Kupang NTT

  • 14 Feb 2026 21:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Sanggar Picasso Art terus berkomitmen melestarikan seni tari tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan oleh Vivi Ndun. S.Pd Ketua Sanggar Picasso Art dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Ende pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Dalam siaran budaya di Pro 2 RRI Ende, pendiri sanggar. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2024 dirinya fokus membangun sanggar dengan menitikberatkan pada seni tari sebagai bagian dari pelestarian kebudayaan daerah.

“Karena saya sendiri seorang penari dan sangat mencintai dunia tari, jadi kami ingin meng-highlight penuh kebudayaan lewat gerak dan musik tradisional,” ujarnya.

Sanggar Picasso Art membuka kesempatan bagi anak-anak mulai dari kelas 3 SD atau usia sekitar 9–10 tahun hingga pelajar SMA dan mahasiswa. Mayoritas anggota saat ini berasal dari kalangan SMA yang dinilai memiliki semangat tinggi untuk berekspresi melalui seni.

Dalam proses latihan, Vivi berbagi peran bersama tim, termasuk Iwan Polis yang turut membantu melatih anggota sanggar. Untuk aransemen musik, ditangani langsung oleh suaminya, sehingga produksi pertunjukan dikerjakan secara internal, mulai dari koreografi, musik, hingga kostum.

Terkait kostum, sanggar memilih membeli produk tenun dari pelaku UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif. Meski harga tenun relatif tinggi, pihak sanggar tetap berupaya menjaga keaslian bentuk dan nilai budaya, dengan modifikasi seperlunya tanpa menghilangkan pakem tradisional.

“Kami lihat bentuk asli kostumnya seperti apa, lalu menyesuaikan tanpa melanggar nilai budaya,” jelasnya.

Latihan rutin dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni Kamis dan Sabtu, guna menjaga kekompakan antara gerakan dan musik. Menurut Vivi, tantangan terbesar dalam melatih bukan pada jenis tarian, melainkan penyesuaian gerak dengan usia serta postur tubuh masing-masing anggota.

Dalam kesempatan tersebut, Vivi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang telah diberikan, termasuk bantuan 12 sarung adat untuk kebutuhan penampilan sanggar di berbagai kegiatan.

Ia berharap dukungan terhadap pelaku seni, khususnya seni tari tradisional di Kupang, dapat terus berlanjut, baik dalam bentuk fasilitas, pembinaan, maupun kesempatan tampil di tingkat yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....