Gubernur NTT Luncurkan PPDS dan Subspesialis Bali–Nusra di Undana
- 14 Feb 2026 13:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB, dan NTT (Bali–Nusra) di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat 13 Februari 2026. Peluncuran ini menjadi tonggak penting penguatan layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia, khususnya NTT yang memiliki tantangan geografis sebagai daerah kepulauan dengan keterbatasan akses layanan medis spesialis.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut kerja sama regional Bali–NTB–NTT yang sebelumnya disepakati di Labuan Bajo. Dua program prioritas yang dibuka yakni Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Menurutnya, keberadaan dua bidang ini sangat krusial mengingat masih terjadinya penundaan operasi akibat kekurangan dokter anestesi serta tingginya angka kematian ibu dan anak di NTT. “Ini solusi nyata, bukan sekadar proyek akademik,” katanya.
Gubernur juga berharap para peserta didik, khususnya putra-putri daerah, dapat kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen mendukung percepatan program tersebut demi membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas. Ia menyebut pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia akan memutus ketergantungan terhadap daerah lain sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan lokal.
Rektor Undana, Jefri S. Bale, menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi momentum bersejarah bagi pendidikan kedokteran di Bali dan Nusa Tenggara. Mandat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Undana, bersama Universitas Mataram dan Universitas Udayana, dinilai sebagai bentuk kepercayaan negara untuk memperkuat pemerataan SDM kesehatan.
Ia menekankan pentingnya melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial. Ke depan, Undana juga menyiapkan pembukaan Prodi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi.“Kesehatan
adalah fondasi pembangunan. Dengan melahirkan dokter spesialis dari rahim Undana, kita sedang memutus rantai keterbatasan akses kesehatan di wilayah kepulauan ini,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, Togar Mangihut Simatupang, menyebut program ini bagian dari visi Indonesia Sehat 2045 dan tindak lanjut arahan Presiden terkait percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis. Hingga saat ini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru, terdiri atas 128 Prodi Dokter Spesialis dan 32 Prodi Dokter Subspesialis.
"Penambahan Prodi PPDS dan Subspesialis baru dilakukan di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis, termasuk NTT, Maluku, dan Papua. Kami berharap pemerintah daerah Bali–Nusa Tenggara dapat memberikan dukungan konkret berupa beasiswa, insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan agar distribusi dokter spesialis semakin merata,"katanya.
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan salinan Keputusan Menteri kepada perwakilan Undana, Unram, dan Unud, disaksikan unsur Forkopimda serta organisasi profesi kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....