Penyakit Tanaman Darah Pisang Ancam Petani Flores Timur
- 14 Feb 2026 11:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Penyakit darah pisang mengancam produksi petani di Kabupaten Flores Timur dalam dua tahun terakhir. Serangan bakteri mematikan ini mulai terdeteksi menyebar di sejumlah kecamatan sentra produksi pisang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur, Sebas Sina Kleden, mengonfirmasi temuan tersebut kepada RRI Rabu, 11 Februari 2026. Penyakit ini disebabkan bakteri Ralstonia yang menyerang tanaman hingga menyebabkan gagal panen total.
Sebas menjelaskan serangan awal terdeteksi di Desa Boru dan Boru Kedang Kecamatan Wulanggitang. Penyebaran kemudian meluas ke Illebura, Titehena, dan sebagian Adonara Barat, ujar Sebas.
Ia menyebut gejala awal ditandai daun menguning, layu, dan patah menggantung seperti kekurangan air. Jika batang dipotong akan keluar lendir merah menyerupai darah sebagai ciri khas utama, kata Sebas.
Menurutnya, penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dicegah melalui pengendalian ketat. Penyebaran bakteri berlangsung cepat terutama pada musim hujan dengan kelembapan tinggi, ucap Sebas.
Dinas Pertanian telah mengerahkan penyuluh dan pengamat hama untuk melakukan identifikasi lapangan. Sosialisasi pencegahan dilakukan agar petani memahami gejala dan langkah pengendalian dini.
Sebas mengimbau petani menjaga sanitasi kebun dan menggunakan alat panen steril. Tanaman yang terserang harus dimusnahkan hingga bonggol untuk mencegah penyebaran lebih luas, ujar Sebas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....