Beri Kuliah Umum, Gubernur NTT Dorong Perawat NTT Tembus Pasar Global

  • 13 Feb 2026 07:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan kuliah umum di STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Kamis, 12 Februari 2026. Dalam suasana akrab bersama ratusan mahasiswa, Melki menekankan pentingnya transformasi mental, peningkatan kualitas pelayanan, dan kesiapan tenaga kesehatan NTT menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.

Meski semula dijadwalkan memaparkan “Situasi Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2025”, Melki justru memilih membedah substansi Undang-Undang Kesehatan Omnibus Law yang pernah ia pimpin pembahasannya di DPR RI. Ia menjelaskan bahwa regulasi tersebut melebur 11 undang-undang guna menghapus ego sektoral dan mendorong kesetaraan antarprofesi kesehatan.

“Dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lain harus bersinergi, tidak ada lagi yang merasa lebih tinggi,” katanya.

Secara khusus, Melki berpesan kepada mahasiswa keperawatan agar mengedepankan hospitality atau keramahan dalam pelayanan. Ia mencontohkan rumah sakit di Penang, Malaysia, yang diminati pasien Indonesia karena kualitas layanan dan sikap perawatnya.

Mengutip pesan tokoh NTT Ben Mboi, ia mengingatkan bahwa tugas tenaga kesehatan adalah tugas kemanusiaan—memperlakukan pasien seperti saudara sendiri dan menghadirkan kebahagiaan dalam proses penyembuhan. Menanggapi tantangan lapangan kerja di NTT yang semakin sempit akibat tingginya jumlah lulusan, Melki justru mendorong mahasiswa menatap pasar internasional.

Ia menyebut kebutuhan global mencapai 14 juta perawat dan menilai lulusan Stikes St. Elisabeth—yang dikenal juga sebagai Akper Lela—memiliki modal ketangguhan dan religiusitas yang kuat. Pada kesempatan itu juga Melki mengapresiasi jalur penempatan ke Jepang dan mendorong penguasaan bahasa asing agar mampu menembus pasar Amerika Serikat maupun Eropa.

Ketua Yayasan Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Tinggi Kuwa, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kampus yang kini memiliki 643 mahasiswa. Lembaganya terus bertransformasi dengan tiga prodi strategis: Sarjana Fisioterapi, Sarjana Informatika Medis, dan D3 Keperawatan.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan untuk pasar lokal. Kami membuktikan bahwa anak-anak NTT mampu bersaing di panggung dunia. Saat ini, 28 lulusan kami sedang berproses untuk penempatan di Jepang, dan alumni lainnya tengah mengikuti program triple win melalui lembaga GIZ Jerman,” tambah Maria.

Maria juga menyampaikan "suara hati" pihak kampus kepada Gubernur. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dengan institusi swasta dapat semakin erat, terutama dalam menjaga mutu akreditasi menuju standar unggul. Pihak yayasan juga menitipkan harapan agar kebijakan hibah beasiswa NTT yang telah berjalan sejak 2020 dapat terus berlanjut dan ditingkatkan kuotanya.
Selain itu, apresiasi disampaikan atas hibah sarana prasarana sebesar Rp50 juta yang telah dialokasikan sebelumnya untuk pengadaan fasilitas penunjang belajar.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....