Gubernur Tinjau Hunian sementara Korban Erupsi Lewotobi
- 12 Feb 2026 08:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni melakukan kunjungan kerja ke Hunian Sementara (Huntara) 1 dan 2 di Desa Konga, Flores Timur, Rabu, 11 Februari 2026. Kunjungan tersebut bertujuan menyerap aspirasi langsung dari 450 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Dulipali, Boru, Nawakote, dan Klatanlo yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Dalam dialog terbuka, berbagai persoalan mendesak disampaikan warga, mulai dari pendidikan, air bersih, hingga kepastian hunian tetap.
Menanggapi keluhan terkait masih adanya iuran sekolah dan biaya perlengkapan bagi anak-anak pengungsi, Gubernur Melki menegaskan komitmennya untuk memastikan pendidikan gratis. Ia menyatakan akan menugaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten untuk merapikan data serta menggelar rapat khusus dengan sekolah-sekolah di sekitar Huntara. Kepala desa juga diminta mendata seluruh siswa terdampak agar kebijakan pembebasan iuran dapat segera direalisasikan.
Persoalan air bersih juga menjadi sorotan utama. Meski lima sumur bor dinilai mencukupi dari sisi kuantitas, kualitas air belum layak konsumsi karena tingginya kadar kapur. Selain itu, kendala meteran listrik pada pompa air turut memicu dinamika sosial di tengah warga. Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi berkoordinasi dengan PU Kabupaten untuk menghadirkan teknologi pengolahan air, sembari mengoptimalkan distribusi melalui mobil tangki Pemda.
"Soal air, kita akan cari cara menurunkan kadar kapurnya. Sementara untuk mobilitas air, kita akan optimalkan pemanfaatan mobil tangki Pemda," katanya.
| Baca juga: Evakuasi Dramatis Empat Kru KM Putra Cantika |
Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Gubernur mengakui adanya tantangan, termasuk dinamika harga lahan serta fokus nasional BNPB pada bencana di wilayah lain. Meski demikian, ia memastikan koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus berjalan. Untuk pemulihan ekonomi warga, Pemprov NTT juga mendorong relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan pertanian bagi kelompok tani di Huntara, serta dukungan pemasaran produk melalui jaringan NTT Mart.
Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni turut memberikan penguatan moral, khususnya bagi kaum perempuan di pengungsian. Ia menegaskan perempuan selalu menjadi energi keluarga dalam situasi sulit. Menutup kunjungan, Gubernur Melki mengutip moto penahbisan Uskup Larantuka, Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan), seraya mengajak seluruh warga untuk tetap bersatu, saling menguatkan, dan tidak kehilangan harapan di tengah masa pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....