Kasus BDB Sikka Meningkat Dinkes Perkuat Pencegahan
- 11 Feb 2026 16:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka dilaporkan mengalami peningkatan pada awal tahun 2026 Hingga hari ini Rabu, 11 Februari 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mencatat sebanyak 105 kasus, dengan 44 kasus masih dalam penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus, saat diwawancarai RRI Ende menjelaskan bahwa lonjakan kasus dipengaruhi oleh faktor cuaca panas serta kondisi kebersihan dan sanitasi lingkungan masyarakat yang belum optimal. “Kalau dibandingkan tahun 2025, total kasus mencapai sekitar 365 kasus tanpa kematian. Tahun ini memang ada kecenderungan peningkatan di awal tahun, terutama memasuki musim penghujan hingga Maret,” katanya.
Menurut data Dinkes, kelompok usia paling rentan terhadap DBD adalah usia sekolah, yakni 5 hingga 20 tahun. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperkuat sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat.
Dari sisi wilayah, tiga kecamatan di wilayah Kota Maumere menjadi penyumbang kasus tertinggi setiap tahunnya. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan kini menggencarkan gerakan kebersihan lingkungan melalui program “Jumat Bersih” sesuai instruksi Bupati Sikka.
“Upaya pengendalian harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” ujar Petrus dengan tegas.
Selain itu, Dinkes juga memperpanjang jam layanan di puskesmas dari Desember hingga April, khusus untuk penanganan pasien dengan gejala demam. Masyarakat diminta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam tinggi agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan dini.
Petrus mengimbau warga untuk rutin melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air, serta mencegah adanya ruang berkembang biak bagi nyamuk.
“Kalau kita konsisten menjaga kebersihan sejak sekarang, maka puncak kasus pada Maret bisa kita kendalikan bersama,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....