Malam Seribu Lilin: Solidaritas Bagi Korban Perdagangan Manusia

  • 11 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Kementerian Agama Kabupaten Ende bersinergi dengan JPIC SSpS Flores Bagian Timur menggelar kegiatan Malam Seribu Lilin di Paroki St. Marinus Puurere, Ende, Senin, 9 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk doa dan solidaritas bagi para korban perdagangan manusia (human trafficking), baik di Indonesia maupun di tingkat global. 

Keterlibatan Kementerian Agama Kabupaten Ende dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen negara dalam membela nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan martabat manusia. Melalui kolaborasi ini, pemerintah dan lembaga keagamaan menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan perdagangan manusia yang masih menjadi ancaman serius, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Malam Seribu Lilin dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama lintas iman, tokoh perempuan, biarawan dan biarawati, tokoh pemuda, hingga umat Paroki St. Marinus Puurere. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan semangat persatuan dan solidaritas bersama dalam menolak segala bentuk praktik perdagangan manusia yang merusak masa depan dan martabat korban.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, yang diwakili para Penyuluh Agama lintas agama, memimpin doa bersama sesuai ajaran masing-masing. Doa lintas iman tersebut menjadi simbol kuat solidaritas spiritual dan komitmen moral bersama. 

Sementara itu, Koordinator JPIC SSpS Flores Bagian Timur, Sr. Wilhelmina Kato, SSpS, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan iman untuk berani bersuara dan bertindak melawan ketidakadilan.

Para pemimpin doa lintas agama juga menekankan bahwa membela martabat manusia adalah tanggung jawab bersama. Melalui refleksi dan doa bersama ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa perdagangan manusia merupakan kejahatan serius yang harus dilawan secara terpadu oleh pemerintah, tokoh agama, lembaga keagamaan, keluarga dan seluruh masyarakat demi pencegahan, perlindungan, serta pemulihan para korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....