145 Siswa Ikuti Pelajar Football Manggarai

  • 10 Feb 2026 21:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Sebanyak 145 pelajar dari enam SMP di Kabupaten Manggarai mengikuti turnamen Kompetisi Sepak Bola Anak Perempuan dalam program Girls Football 3.0 yang digelar di Lapangan SMAK St. Aloisius Ruteng, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI)–NTT, dengan dukungan Adidas Foundation. Selain peserta didik, turnamen juga melibatkan lima pendidik sebaya, pelatih, pendamping sekolah, relawan, tenaga kesehatan, wasit, serta perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Program Girls Football 3.0 berlangsung sejak 2025 hingga 2028 dan menyasar Kabupaten Manggarai serta Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini bertujuan menciptakan ruang setara bagi anak perempuan dalam mengakses olahraga sepak bola, memperkuat kepemimpinan, serta melawan diskriminasi berbasis gender dan usia.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, mengapresiasi inisiatif penyelenggara dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan anak melalui olahraga. “Kompetisi ini kampanyekan pesan-pesan penting secara sederhana namun efektif,” ujar Bupati Hery.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang strategis untuk menyuarakan isu pencegahan kekerasan seksual, perundungan, kesehatan mental, kepemimpinan anak perempuan, serta perlindungan anak. Ia berharap kompetisi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Manggarai.

Coordinator Project Manggarai, Dendy Manu, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga edukasi bagi anak, orang tua, guru, pelatih, dan asosiasi sepak bola mengenai kesetaraan gender dan perlindungan anak. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang membangun solidaritas dan kampanye kesetaraan gender bagi seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Project Manager RSBI, Renya Kabu Mau, menyampaikan bahwa organisasi tersebut berfokus pada isu pendidikan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim. “Melalui sepak bola, kami mengadvokasi kesetaraan gender, perlindungan anak, dan pendekatan anti-diskriminasi,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, program ini telah membentuk 19 tim sepak bola dan 95 pendidik sebaya di 19 SMP di NTT, termasuk lima SMP di Manggarai. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pelatih dan guru, hingga youth camp.

Selain pertandingan, kompetisi juga diisi kampanye edukatif terkait hak dan tanggung jawab anak, kepemimpinan, kesetaraan gender, serta pencegahan kekerasan seksual. Kampanye disampaikan secara kreatif oleh para pendidik sebaya di sela-sela pertandingan melalui interaksi langsung dengan penonton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....