Banjir Nagekeo Rusak Lahan Pertanian Warga
- 10 Feb 2026 16:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo berdampak serius terhadap sektor pertanian. Puluhan petani terancam gagal panen akibat sawah serta tanaman komoditas pertanian yang rusak diterjang luapan air dan angin kencang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Remigius Jago, mengatakan banjir terjadi akibat tingginya debit air sungai menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan merendam lahan pertanian milik warga.
“Curah hujan cukup tinggi mengakibatkan debit sungai meningkat dan meluap. Dampak terparah kami temukan di Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Wolowae,” ujarnya, Saat dikonfirmasi RRI pada Selasa 10 Februari 2026.
Di Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, BPBD mencatat sedikitnya 79 kepala keluarga terdampak. Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak berbagai tanaman produktif seperti pala, cengkeh, durian, serta tanaman hortikultura yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
“Sebagian besar tanaman warga terendam cukup lama, bahkan ada yang rusak akibat angin kencang. Ini berpotensi menimbulkan gagal panen dan menurunkan pendapatan petani,” katanya.
BPBD Kabupaten Nagekeo bersama pemerintah desa setempat telah melakukan pendataan awal terhadap dampak bencana, baik kerusakan rumah maupun lahan pertanian. Data tersebut selanjutnya diteruskan ke Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sebagai bahan penanganan lanjutan, khususnya terkait upaya pemulihan sektor pertanian.
Remigius menambahkan, untuk membantu warga yang lahannya tidak lagi bisa digarap dalam waktu dekat, BPBD akan menyalurkan bantuan pangan berupa beras. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan kepala desa agar tepat sasaran.
“Kami akan menyalurkan bantuan beras bagi warga terdampak, terutama yang tidak bisa mengolah lahannya pascabanjir. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Nagekeo berharap bantuan darurat tersebut dapat membantu kebutuhan dasar warga sambil menunggu proses pemulihan lahan pertanian dan kondisi cuaca kembali normal. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....