Sinergi Antar Lembaga Cegah Travel Advisory Internasional
- 09 Feb 2026 20:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Sinergi antar lembaga dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah munculnya travel advisory internasional yang dapat merusak citra pariwisata Labuan Bajo.
Hal tersebut mengemuka dalam wawancara RRI Labuan Bajo bersama Budi Widjadja, perwakilan Gahawisri, Senin, 9 Februari 2026.
Budi menekankan perlunya koordinasi yang kuat antara KSOP, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kapal wisata dalam penegakan standar keselamatan pelayaran.
“Otoritas pelabuhan memegang peran strategis dalam pemberian izin berlayar. Ketegasan diperlukan agar kapal yang tidak laik tidak diizinkan beroperasi,” katanya.
Selain pengawasan kapal, kepatuhan terhadap informasi cuaca dari BMKG disebut sebagai faktor krusial. Mengingat karakteristik arus laut Labuan Bajo yang kuat dan cuaca yang cepat berubah, larangan berlayar saat cuaca buruk harus diterapkan tanpa kompromi.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya kualitas sumber daya manusia kru kapal. Menurut Budi, faktor manusia atau human error masih menjadi penyebab dominan kecelakaan laut.
Setiap kru diwajibkan memiliki sertifikasi kecakapan seperti Basic Safety Training (BST) serta pemahaman protokol darurat, agar mampu menangani situasi krisis dan memandu wisatawan dengan tenang.
Budi menegaskan, Gahawisri berkomitmen melakukan pembinaan terhadap anggotanya dan mendorong penerapan sanksi tegas bagi operator yang mengabaikan aturan demi keuntungan jangka pendek.
“Kolaborasi dan penegakan aturan yang konsisten menjadi benteng utama agar Labuan Bajo tetap dipercaya wisatawan internasional,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....