HPN 2026, Bupati Manggarai Tekankan Pers Penjaga Budaya

  • 09 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan peran strategis pers sebagai penjaga dan perawat kebudayaan daerah saat menerima Anugerah Kebudayaan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.

Bupati menilai penghargaan tersebut dipersembahkan kepada seluruh insan pers di Kabupaten Manggarai sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi pers dalam menjaga, merawat, serta mempromosikan nilai-nilai kebudayaan lokal melalui karya jurnalistik. “Mereka tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi juga merawat identitas budaya dan ingatan kolektif masyarakat Manggarai,” ujarnya. 

Menurutnya, pers daerah memiliki posisi penting dalam memastikan kebudayaan lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Melalui pemberitaan yang beretika, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik, pers berkontribusi langsung dalam memperkuat jati diri masyarakat. Ia menegaskan Anugerah Kebudayaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif insan pers yang selama ini konsisten menjaga profesionalisme sekaligus keberpihakan pada nilai-nilai budaya lokal. "Pembangunan membutuhkan pers yang kritis dan berakar budaya,” kata Bupati.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian wartawan senior Harian Suara Pembaharuan Jakarta, Willybrodus Hanghuman, yang menyebut Anugerah Kebudayaan ini sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata pers daerah dalam menjaga kebudayaan. “Pers Manggarai menjaga identitas dan ingatan kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah tekanan industri media dan derasnya arus informasi digital, pers daerah justru memiliki kekuatan karena kedekatannya dengan realitas sosial dan budaya masyarakat.

“Di situlah letak kekuatan mereka sebagai penjaga nilai dan budaya lokal,” katanya.

Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten dihadiri pejabat nasional, pimpinan lembaga pers, serta insan media dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai peran pers tidak hanya dalam menjaga demokrasi, tetapi juga dalam merawat kebudayaan dan mendukung pembangunan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....