Gubernur NTT: Kasus YB di Ngada Tegur Nurani Negara
- 08 Feb 2026 03:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyebut wafatnya almarhum YB di Kabupaten Ngada sebagai peringatan keras bagi negara dan seluruh jajaran pemerintah untuk kembali meneguhkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi langsung rumah duka keluarga almarhum YB di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Sabtu siang, 7 Februari 2026. Kehadiran tersebut dilakukan bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran pemerintah sebagai bentuk empati sekaligus refleksi bersama.
Dalam kunjungan itu, Gubernur NTT didampingi Bupati Ngada Raymundus Benda, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Domi Mere, pelaksana tugas sekretaris daerah dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende, serta pimpinan dan anggota DPRD dari ketiga daerah tersebut.
Di hadapan ibu, nenek, dan keluarga almarhum, Gubernur NTT menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah yang belum sepenuhnya hadir menjaga dan melindungi anak-anak. Ia menegaskan kepergian YB telah mengguncang nurani bersama dan tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa.
“Peristiwa ini harus menyadarkan kita semua untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih cepat bertindak. Anak-anak tidak boleh merasa sendirian, tidak boleh diabaikan, dan tidak boleh kehilangan harapan,” kata Melki Laka Lena.
Gubernur NTT juga menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten agar bekerja lebih serius memastikan layanan pendidikan, bantuan sosial, dan pelayanan publik benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kepedulian. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata melalui kebijakan dan tindakan yang berpihak pada kemanusiaan.
Menutup kunjungan tersebut, Gubernur NTT berharap kepergian almarhum YB menjadi pengingat kolektif agar pemerintah dan masyarakat saling menjaga, saling menyapa, serta bekerja dengan hati demi masa depan yang lebih adil dan manusiawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....