BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem NTT 7–14 Februari 2026

  • 06 Feb 2026 16:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperkirakan berlangsung pada 7 hingga 14 Februari 2026.

Dalam siaran pers bernomor e.B/ME.02.04/005/KKOE/II/2026, BMKG menyampaikan bahwa saat ini wilayah NTT berada pada periode puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S dan 98P di bagian selatan Indonesia, serta Siklon Tropis PENHA di wilayah utara Indonesia.

Selain itu, adanya pertemuan dan perlambatan angin, penguatan Monsun Asia, serta aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin turut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang di sejumlah wilayah NTT.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat berdurasi singkat yang berpeluang terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengimbau masyarakat Kabupaten Manggarai Barat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat. Waspadai potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah lereng curam, tebing, dan aliran sungai,” ujarnya, Jumat 6 Februari 2026.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan aktivitas darat dan laut, termasuk pelayaran serta wisata bahari, mengingat potensi cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Mengingat kondisi cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini dari BMKG melalui kanal-kanal resmi,” kata Maria.

Lebih lanjut, BMKG juga mengingatkan potensi tanah longsor dan banjir bandang di wilayah bertopografi curam atau bergunung, serta potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi selama periode tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....